JAKARTA, Warta Brebes— Harga emas dunia mencetak tonggak sejarah baru. Pada Senin (26/1/2026), harga emas spot melonjak ke level USD 5.058 per troy ounce, melampaui proyeksi analis dan menandai rekor tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan ini imbas meningkatnya ketegangan geopolitik global, dari Timur Tengah hingga Amerika Latin.
Di pasar domestik, harga emas batangan Antam naik signifikan ke Rp2.917.000 per gram, hampir menyentuh level psikologis Rp3 juta. Lonjakan ini sejalan dengan proyeksi analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi, yang sebelumnya memperkirakan harga domestik bisa menembus Rp3.092.000 jika tren penguatan berlanjut.
Proyeksi Analis: Resisten USD 5.100 Masih Terbuka
Ibrahim menyebutkan bahwa harga logam mulia ini masih berpotensi menguat hingga menyentuh resisten kedua di USD 5.100 per troy ounce. “Ada kemungkinan besar menuju USD 5.100 sampai akhir Januari. Tapi sepertinya tidak sampai Rp3.100.000, kemungkinan di Rp3.092.000,” ujarnya dalam analisis tertulis, Minggu (25/1).
Ia juga menyampaikan skenario koreksi, dengan support pertama di USD 4.960 dan support kedua di USD 4.904. Namun, ia menilai kecenderungan penguatan lebih dominan, terutama karena ketidakpastian global yang belum mereda.
Pemicu Kenaikan: Timur Tengah, Kuba, dan Eropa
Kenaikan harga emas tak lepas dari eskalasi konflik di berbagai kawasan. Di Timur Tengah, pergerakan militer Amerika Serikat terus berlanjut, sementara konflik di Gaza dan ketegangan dengan Iran belum menunjukkan tanda mereda.
Di Amerika Latin, ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba, menyusul krisis politik di Venezuela.
“Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela. Embargo ini tentu memperkeruh situasi global,” kata Ibrahim.
Sementara itu, hubungan AS–Uni Eropa juga memburuk, meski sempat mereda usai kesepakatan akses wilayah di Greenland. Presiden Trump disebut telah memprakarsai upaya perdamaian, namun belum mendapat respons positif dari negara-negara Eropa.
Emas Kembali Jadi Primadona Lindung Nilai
Dengan ketidakpastian global yang terus membayangi, emas kembali menjadi instrumen lindung nilai yang paling diminati investor. Dalam 26 hari pertama 2026, harga emas telah melonjak 15%, memperpanjang reli sejak akhir 2025.
Analis memperkirakan tren bullish ini masih akan berlanjut hingga akhir Februari, terutama jika ketegangan geopolitik tak kunjung mereda. Investor harus mencermati level-level teknikal kunci dan memantau sentimen global secara berkala. (*)









