IHSG Anjlok 7,58 Persen, Bursa Nyaris Trading Halt

JAKARTA, Warta Brebes— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan Rabu pagi (28/1/2026). Hingga pukul 11.23 WIB, IHSG tercatat turun 7,58% ke level 8.299,95, atau terkoreksi 780 poin hanya dalam satu sesi.

Penurunan ini nyaris menyentuh ambang batas trading halt yang seperti yang sudah menjadi ketetapan otoritas bursa di level minus 8%.

764 Saham Merah, Transaksi Tembus Rp27 Triliun

Sebanyak 764 saham tercatat melemah, hanya 26 saham yang menguat, dan 14 stagnan. Nilai transaksi harian melonjak hingga Rp27,74 triliun, melibatkan 40 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

Saham-saham besar seperti DSSA, BREN, BBCA, BYAN, dan BBRI menjadi pemberat utama indeks. DSSA tercatat menyumbang koreksi hingga -65,56 poin, disusul BREN (-55,16), BBCA (-45,39), BYAN (-39,05), dan BBRI (-31,8).

MSCI Soroti Transparansi Free Float Saham Indonesia

Kejatuhan IHSG dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi struktur kepemilikan saham di Indonesia. MSCI menilai transparansi data free float masih belum memadai, meski Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan perbaikan minor.

Dalam kebijakan sementaranya, MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS) untuk saham Indonesia. MSCI juga menahan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan menunda migrasi antar segmen ukuran.

Risiko Reputasi: Indonesia Terancam Turun Kelas

MSCI membuka kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, jika tidak segera melakukan perbaikan transparansi. Langkah ini bisa saja sebagai bentuk mitigasi atas risiko investabilitas dan pembentukan harga wajar di pasar saham domestik.

Analis Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menyebut pengumuman MSCI memicu kekhawatiran investor asing dan meningkatkan risiko volatilitas. “Harusnya hari ini panic selling saja,” ujarnya.

Bagikan: