Harlah 100 Tahun NU Brebes, PCNU Gelar Istighosah Kubro di Alun-alun

BREBES, Warta Brebes — Harlah 100 Tahun NU Brebes menjadi momentum spiritual penting bagi warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Brebes.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes menggelar Istighosah Kubro dan doa bersama di Alun-alun Brebes, Sabtu (31/1/2026), sebagai bentuk ikhtiar batin dan solidaritas sosial di tengah maraknya bencana alam nasional.

Ribuan warga Nahdliyin, santri, ulama, dan masyarakat umum memadati alun-alun sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Brebes untuk mengikuti puncak peringatan satu abad NU tingkat kabupaten.

Tampak hadir sejumlah ulama kharismatik dari Kabupaten Brebes, antara lain Rois Syuriah PCNU Brebes KH. Hudallah Karim, Pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi KH Subhan Makmun, Pengasuh Ponpes Al-Hikmah Benda KH. Labib Sodiq Suhaimi, KH Mas Mansur Tarsudi, KH. Syeh Soleh Basallamah dan para ulama khos lainnya. 

Alun-alun Brebes Jadi Lautan Jamaah NU

Pantauan di lokasi menunjukkan Alun-alun Brebes berubah menjadi lautan manusia. Jamaah duduk berderet rapi, memadati seluruh sisi lapangan. Lantunan sholawat, dzikir, dan doa menggema tanpa henti, berpadu dengan kibaran bendera NU yang menghiasi area kegiatan.

Suasana khusyuk terasa kuat ketika ribuan jamaah serempak menengadahkan tangan, memohon perlindungan Allah SWT agar bangsa Indonesia jauh dari marabahaya, khususnya bencana alam yang dalam beberapa waktu terakhir menelan banyak korban jiwa di berbagai daerah.

Puncak Kirab Harlah 100 Tahun NU Brebes

Kegiatan di Alun-alun Brebes menjadi puncak rangkaian Kirab Harlah 100 Tahun NU Brebes yang telah berlangsung sejak 29 Januari 2026.

Kirab mengambil titik start pemberangkatan dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, lalu melintasi desa-desa dan pesantren di sejumlah wilayah Brebes.

PCNU Brebes menegaskan kirab tersebut bukan sekadar simbol perayaan. Kirab menjadi ikhtiar spiritual NU untuk meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian sosial di tengah umat.

PCNU Brebes: NU Hadir Saat Bangsa Berduka

Ketua Panitia Harlah ke-100 NU Kabupaten Brebes, Imam Royani, menegaskan bahwa Istighosah Kubro ini secara khusus mendoakan bagi para korban bencana alam yang tengah menghadapi duka dan penderitaan.

“Dalam satu abad perjalanan NU, kami diajarkan untuk selalu hadir di tengah umat, terutama saat bangsa ini mendapatkan ujian dengan musibah. Doa bersama ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas NU kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Imam Royani, Sabtu (31/1/2026).

Ia menyebut NU tidak cukup hadir dalam wacana, tetapi harus nyata dalam doa, empati, dan gerakan sosial.

Ketua PCNU Brebes: Bencana Adalah Panggilan Moral

Ketua PCNU Kabupaten Brebes, KH Sholahudin Masruri, menegaskan bahwa NU memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus merawat harapan umat.

“Bencana bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga panggilan bagi kita untuk saling menguatkan. NU hadir untuk merawat harapan, mendoakan para korban, dan mengajak seluruh elemen bangsa agar tetap bersatu,” kata KH Sholahudin Masruri.

Menurutnya, NU di usia satu abad harus semakin meneguhkan peran sebagai penyangga spiritual masyarakat dan perekat kebangsaan.

Istighosah Kubro, Doa Mengalir dalam Isak Haru

Puncak Harlah 100 Tahun NU Brebes ditandai dengan Istighosah Kubro yang berlangsung penuh kekhidmatan. Ribuan tangan terangkat serempak, melantunkan doa-doa dengan isak haru.

Jamaah memohon agar para korban bencana bisa tabah kuat, serta Indonesia terhindar dari bencana yang lebih besar. Hening menyelimuti Alun-alun Brebes, menghadirkan suasana spiritual yang menyentuh batin.

Karena itu, Harlah 100 Tahun NU Brebes tidak berhenti pada perayaan seremonial. PCNU Brebes menegaskan bahwa satu abad NU adalah tentang khidmah, doa, dan keberpihakan pada umat, terutama saat bangsa menghadapi ujian berat.

Bagikan: