BREBES, Warta Brebes — Banjir kembali mengepung wilayah pesisir Brebes. Kali ini, luapan air Sungai Ciapit menimbulkan banjir merendam empat desa di Kecamatan Tanjung.
Banjir Tanjung Brebes ini terjadi setelah tanggul Sungai Ciapit jebol di Desa Mundu, Jumat (6/2) dini hari.
Air bah mengalir deras ke permukiman warga, sawah, dan akses lingkungan sejak pukul 03.00 WIB hingga sore hari.
Empat desa terdampak yakni Desa Mundu, Luwungbata, Karangreja, dan Sidakaton. Hingga Jumat siang, genangan belum surut. Di sejumlah titik, air masih mengurung rumah warga dan lahan pertanian.
Sekretaris Camat Tanjung, Nanang Nur Rozak, mengatakan banjir Tanjung Brebes ini menyusul jebolnya tanggul Sungai Ciapit di Desa Mundu, kondisi bertambah parah akibat limpasan air di Karangreja dan Luwungbata.
“Data sementara, ada empat desa terdampak. Air masih menggenang sampai siang ini,” kata Nanang.
Penanganan Darurat Banjir Tanjung
Pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD Brebes untuk penanganan darurat. Fokus utama saat ini ialah menutup titik tanggul jebol agar luapan tidak meluas ke desa lain.
“Kalau tidak cepat ditangani, banjir bisa merembet. Kami siapkan tanggul darurat dari karung,” ujar Nanang.
Soal bantuan, Nanang menyebut logistik masih dalam tahap persiapan. Distribusi akan dilakukan setelah pendataan warga terdampak rampung.
“Bantuan sedang kami siapkan dan akan segera disalurkan,” katanya.
Namun di lapangan, warga mengaku belum merasakan kehadiran bantuan. Andri, warga Desa Luwungbata, menyebut air mulai masuk ke rumah sejak dini hari.
“Sekitar jam tiga pagi air masuk. Sawah juga ikut tergenang. Banjir seperti ini sudah lama tidak terjadi,” ujar Andri.
Hingga pukul 09.30 WIB, menurut Andri, belum ada bantuan yang diterima warga di desanya.
“Belum ada bantuan sama sekali. Kami berharap segera ada perhatian,” katanya.
Kepala Desa Luwungbata, Sugani, mengonfirmasi dampak banjir cukup luas. Sedikitnya 100 rumah di RT 07 dan RT 08 RW 02 terendam.
“Kurang lebih ada ratusan rumah terdampak banjir kali ini,” kata Sugani.
Warga kini menanti dua hal sekaligus. Yakni tanggul darurat yang benar-benar menahan air dan bantuan cepat untuk bertahan dari banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.











