JAKARTA, Warta Brebes — Program prioritas Presiden Prabowo Subianto sedot anggaran jumbo di tahun 2025 lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2025 sektor industri keuangan telah menyalurkan pembiayaan Rp149,62 triliun untuk dua program unggulan pemerintahan Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Data resmi ini menegaskan bahwa Program Prabowo sedot anggaran sejak tahun pertama implementasi, bahkan sebelum seluruh proyek menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam keterangannya menyebut, dari total pembiayaan tersebut, porsi terbesar mengalir ke pembangunan Kopdes Merah Putih. OJK merinci, sebanyak Rp148,6 triliun telah disalurkan sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80 ribu unit Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Namun, besarnya dana yang mengalir belum sebanding dengan capaian fisik. Sebab, hingga awal Februari 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat pembangunan koperasi yang benar-benar rampung baru sekitar 650 unit. Angka tersebut bahkan belum menyentuh satu persen dari target nasional.
Kesenjangan Anggaran Program Prabowo
Kesenjangan antara aliran dana dan progres pembangunan memunculkan pertanyaan tentang kesiapan perencanaan dan kapasitas eksekusi di tingkat daerah.
Selain Kopdes Merah Putih, MBG Prabowo juga menyedot anggaran dalam jumlah besar. OJK mencatat pembiayaan industri keuangan untuk MBG mencapai Rp1,02 triliun, yang tersalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Di luar pembiayaan tersebut, APBN turut terkuras signifikan. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran MBG hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun, atau 72,5 persen dari total alokasi Rp71 triliun. Artinya, masih terdapat Rp19,5 triliun anggaran MBG yang belum terserap.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyebut angka tersebut sebagai realisasi resmi hingga akhir tahun anggaran 2025.
Masalah muncul ketika pembangunan fisik dan kesiapan layanan tidak bergerak secepat penyaluran anggaran. Pemerintah menargetkan 5.000 Kopdes Merah Putih rampung pada April–Mei 2026, lalu meningkat menjadi 29 ribu unit hingga Juni 2026. Dengan capaian saat ini, target tersebut menjadi tantangan serius.
Kondisi ini menempatkan Program Prabowo sedot anggaran dalam sorotan publik. Dengan nilai pembiayaan mendekati Rp150 triliun, risiko pemborosan, keterlambatan proyek, hingga ketidaktepatan sasaran perlu jadi catatan.
Pemerintah menyatakan Kopdes Merah Putih akan menjadi motor penguatan ekonomi desa dan pemerataan akses usaha masyarakat. Sementara program MBG, sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
Namun, besarnya anggaran membuat pengawasan menjadi kunci. Tanpa pengendalian ketat dan transparansi, dua program prioritas ini berpotensi berubah dari agenda strategis menjadi beban fiskal.
Tunggu Hasil Dua Program Andalan Prabowo
Aliran dana jumbo ke MBG dan Kopdes Merah Putih kini menjadi ujian awal pemerintahan Prabowo Subianto. Publik menunggu bukan sekadar laporan angka, melainkan dampak nyata di lapangan, koperasi yang benar-benar beroperasi dan layanan gizi yang efektif menjangkau masyarakat.
Apakah Program Prabowo sedot anggaran ini akan berbuah pada penguatan ekonomi desa dan perbaikan gizi nasional, atau justru menyisakan catatan kritis soal tata kelola, akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.











