Pemerintah Kekeh Program MBG Ramadan 2026 Tetap Berjalan

BREBES, Warta Brebes Pemerintah menegaskan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) di bulan Ramadan 2026 tetap berjalan tanpa jeda. Badan Gizi Nasional (BGN) beralasan agar masyarakat tetap memperoleh asupan gizi seimbang di tengah ibadah puasa.  

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa distribusi makanan bergizi akan menyesuaikan dengan kondisi ibadah puasa. Penegasan ini muncul untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh gizi seimbang di bulan Ramadan.  

Sasaran Utama Program

Selama Ramadan 2026 ini, MBG menyasar kelompok prioritas. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi penerima utama. Balita tetap memperoleh makanan bergizi setiap hari karena kebutuhan gizi mereka tidak terikat kewajiban puasa. Pemerintah menilai kelompok ini paling rentan terhadap masalah gizi sehingga layanan tidak boleh terhenti.

Ramadan 2026 yang berlangsung pertengahan Februari hingga Maret tersebut, penyaluran MBG akan mengikuti kalender ibadah. Pemerintah menegaskan tidak ada jeda layanan, sehingga masyarakat tetap menerima makanan bergizi sesuai jadwal.

Lokasi Distribusi MBG Selama Ramadan

Program MBG di bulan puasa berlangsung di sekolah, posyandu, pesantren, dan lembaga keagamaan. Pemerintah menggandeng jaringan masjid serta organisasi sosial untuk memperluas jangkauan. Penyaluran dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan penyesuaian lokal sesuai kebutuhan masyarakat.

Alasan Penyesuaian MBG Ramadan 2026

BGN menekankan pentingnya menjaga asupan gizi selama Ramadan. Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui membutuhkan nutrisi harian untuk tumbuh kembang dan kesehatan. Pemerintah menilai program MBG selama Ramadan 2026 harus tetap berjalan agar target penurunan stunting tercapai.

Mekanisme Penyaluran MBG Ramadan 2026

BGN menyiapkan empat mekanisme penyaluran MBG Ramadan 2026:

– Sekolah mayoritas muslim menerima makanan awet yang bisa dikonsumsi saat berbuka atau sahur.

– Sekolah non-muslim tetap menjalankan distribusi normal tanpa penyesuaian waktu.

– Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh layanan harian sesuai kebutuhan gizi.

– Pesantren dan lembaga keagamaan menyalurkan makanan bergizi menjelang berbuka puasa.

Skema ini dirancang agar distribusi berjalan lancar, tidak mengganggu ibadah, dan tetap memenuhi standar gizi.

Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa program MBG Ramadan 2026 bukan sekadar pembagian makanan. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat. Penyesuaian Ramadan menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan program di setiap kondisi.

Program MBG tetap berjalan di bulan suci dengan empat skema penyaluran. Pemerintah menargetkan kelompok prioritas tetap memperoleh gizi seimbang. Penyaluran dilakukan melalui sekolah, posyandu, pesantren, dan lembaga keagamaan. Dengan penyesuaian waktu sahur dan berbuka, pemerintah memastikan program nasional ini tetap relevan dan efektif.

Bagikan: