Kali Pemali Limpas, Dukuh Bayur Bojong Paling Parah

BREBES, Warta Brebes – Peningkatan debit air akibat hujan deras di wilayah hulu membuat Kali Pemali Brebes limpas pada Kamis (12/2/2026).

Air meluap menyebabkan genangan di RW 03 Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Luapan terjadi karena pertemuan aliran Kali Gondang dan Kali Pemali yang sama-sama mengalami kenaikan debit.

Genangan mulai terpantau sejak pagi hari dan sempat meluas ke sejumlah titik permukiman warga.

Kepala Desa Bojong, Tasdik, memastikan kondisi terakhir akibat Sungai Pemali limpas mulai membaik.

“Pertemuan Kali Gondang dan Pemali menjadi salah satu faktor besarnya limpasan. Biasanya kalau limpas Notog di angka 260, dampaknya ke Pedukuhan Bayur tidak terlalu besar. Namun kali ini karena aliran dari Kali Gondang juga cukup besar, imbas ke Bayur lumayan besar. Tapi saat ini air sudah mulai surut,” ujar Tasdik saat dikonfirmasi, Kamis siang.

Pertemuan Kali Gondang dan Kali Pemali Picu Limpasan

Peningkatan debit Kali Pemali kali ini tidak berdiri sendiri. Selain kiriman air dari hulu, limpasan bertambah parah oleh besarnya aliran Kali Gondang yang bermuara ke Kali Pemali.

Ketika dua aliran tersebut sama-sama naik, tekanan debit meningkat di titik pertemuan sungai.

Kondisi itu menyebabkan air meluap ke wilayah rendah, terutama di RW 03 Dukuh Bayur yang berada relatif dekat dengan bantaran sungai.

Tasdik menjelaskan, parameter limpasan di wilayah Notog biasanya menjadi indikator kewaspadaan warga. Namun kali ini volume air dari Kali Gondang ikut memperbesar dampak genangan.

Pemali Limpas Desa Pemaron Ikut Tergenang

Selain Desa Bojong, peningkatan debit Kali Pemali juga berdampak di Desa Pemaron.

Genangan sempat merendam Pedukuhan Waru. Air sempat mengalir ke jalan lingkungan dan halaman rumah warga.

Sementara itu, Desa Terlangu dilaporkan dalam kondisi aman. Aparat desa tetap melakukan pemantauan debit sungai sebagai langkah antisipasi jika terjadi kenaikan susulan.

Sementara itu, Forkompinca Kecamatan Jatibarang bersama Wakil Bupati Brebes Warna bersama pejabat terkait turun langsung ke lokasi terdampak genangan Kali Pemali.

Kehadiran unsur pemerintah daerah bertujuan memastikan kondisi warga serta kesiapsiagaan penanganan di lapangan.

Fokus pemantauan pada titik rawan limpasan dan potensi kenaikan debit susulan apabila hujan kembali mengguyur wilayah hulu.

Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan evakuasi darurat.

Air Mulai Surut, Warga Tetap Waspada

Berdasarkan pantauan terakhir pukul 12.00 WIB, kondisi genangan di RW 03 Dukuh Bayur mulai berangsur surut.

Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Pemali dan Kali Gondang tetap meningkatkan kewaspadaan.

Potensi hujan susulan di wilayah hulu masih dapat memicu peningkatan debit kembali dalam waktu singkat.

Situasi saat ini masih dalam pemantauan petugas terkait.

Kerentanan Wilayah Pertemuan Sungai

Wilayah pertemuan Kali Gondang dan Kali Pemali dikenal memiliki risiko limpasan lebih tinggi saat debit meningkat bersamaan.

Topografi relatif rendah dan sistem aliran yang bertemu di satu titik memperbesar kemungkinan genangan jika kapasitas sungai tidak mampu menampung volume air.

Peristiwa peningkatan debit Kali Pemali pada 12 Februari 2026 ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah bantaran sungai.

Bagikan: