Dua Rumah Warga di Brebes Ambruk, Potret Kritis Usai Peluncuran Program Bedah Rumah

BREBES, Warta Brebes — Dua rumah warga di Brebes ambruk dalam waktu berdekatan di tengah gencarnya peluncuran program bedah rumah di Jawa Tengah.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Kalimati, Kecamatan Brebes. Rumah milik Koriah roboh pada Selasa (12/5/2026) sore.

Peristiwa kedua terjadi di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan. Rumah milik Kuswantoro ambruk pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dua kejadian itu memunculkan sorotan tajam terhadap persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Brebes.

Rumah Warga Miskin di Kalimati Brebes Ambruk

Rumah Koriah roboh akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan rapuh termakan usia.

Atap rumah rusak parah. Kayu penyangga keropos. Dinding mulai retak di banyak bagian. Kondisi ekonomi membuat keluarga tidak mampu melakukan renovasi.

Saat bangunan roboh, Koriah dan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini terpaksa menumpang di tempat kerabat.

Berdasarkan data yang terhimpun, Koriah masuk kategori warga miskin desil 1. Kategori itu merupakan kelompok prioritas penerima bantuan sosial dan program RTLH.

Namun hingga rumah roboh, bantuan belum juga diterima.

“Saya sudah berkali-kali minta didaftarkan program RTLH. Tapi belum ada bantuan sampai rumah roboh,” kata Koriah.

Kepala Desa Sebut Warga Tidak Mampu Biaya Swadaya

Kepala Desa Kalimati, Lukman Hakim, membantah tudingan bahwa pemerintah desa mengabaikan usulan bantuan.

Menurutnya, desa sudah beberapa kali menawarkan bantuan material bangunan. Namun, program tersebut membutuhkan biaya tambahan untuk tukang.

“Sudah beberapa kali kami tawarkan bantuan. Tapi keluarga tidak mampu membayar biaya tukang,” ujarnya.

Pernyataan itu justru memperlihatkan persoalan utama program RTLH bagi warga miskin ekstrem.

Banyak warga mampu menerima material, tetapi tidak sanggup membayar ongkos pembangunan.

Rumah Baru di Karangbale Brebes Juga Roboh

Peristiwa lain terjadi di Desa Karangbale. Rumah milik Kuswantoro tiba-tiba ambruk saat dirinya berada di dalam rumah.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah barang rumah tangga rusak tertimpa reruntuhan.

“Awalnya bunyi kretek-kretek, tidak lama langsung ambruk,” kata Kuswantoro.

Ia mengaku rumah itu baru dibangun sekitar empat bulan lalu. Karena keterbatasan biaya, pembangunan menggunakan material bekas dari rumah lama.

Beberapa perabot seperti kompor gas, panci, dan piring rusak akibat tertimpa bangunan.

Ironi Setelah Peluncuran Program Bedah Rumah di Brebes

Kasus dua rumah ambruk ini terjadi hanya beberapa hari setelah Menteri PKP Maruarar Sirait meluncurkan program BSPS Jawa Tengah 2026 di Brebes.

Pemerintah menargetkan perbaikan 30 ribu rumah tidak layak huni di Jawa Tengah tahun ini.

Kabupaten Brebes juga mendapat alokasi ratusan unit bantuan RTLH. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak warga tinggal di rumah berisiko roboh.

Persoalan tidak hanya terletak pada kuota bantuan. Masalah lain muncul pada validasi data, kecepatan penanganan, serta skema swadaya yang sulit dipenuhi warga miskin.

Jika warga miskin tetap diminta menanggung biaya tukang dan material tambahan, banyak rumah berpotensi roboh sebelum bantuan benar-benar terealisasi.

Masyarakat berharap Pemkab Brebes segera turun tangan membantu korban. Warga juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme usulan RTLH di tingkat desa.

Kasus rumah ambruk di Kalimati dan Karangbale menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Sebab rumah layak huni bukan hanya program pembangunan.

Rumah adalah kebutuhan dasar yang menentukan keselamatan dan martabat hidup warga miskin.

Bagikan: