Brebes Beres: Transformasi Total Melalui Sinergi

BREBES, Warta Brebes — Visi “Brebes Beres” yang digagas oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menjadi landasan utama dalam upaya transformasi total pembangunan di Kabupaten Brebes. Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah kerangka kerja strategis yang menuntut sinergi kolektif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para perantau yang menjadi aset penting bagi kemajuan daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam forum “Urun Rembug Brebes Beres untuk Indonesia yang Lebih Baik,” yang diselenggarakan oleh Majlis Silaturahmi Warga Brebes (MASIGAB) di Auditorium Pusdiklat BPK RI, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).

Transformasi yang dimaksud Paramitha Widya Kusuma mencakup tiga pilar fundamental: “Beres Birokrasinya,” “Beres Ekonominya,” dan “Beres SDM-nya.” Masing-masing pilar dirancang untuk mengatasi tantangan spesifik dan membuka potensi baru bagi Brebes. Pilar pertama, “Beres Birokrasinya,” menitikberatkan pada efisiensi dan transparansi layanan publik. Implementasinya meliputi percepatan layanan melalui digitalisasi, penguatan Mall Pelayanan Publik sebagai pusat terpadu, serta standarisasi data melalui “Satu Data Brebes.” Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang terus mendorong reformasi birokrasi agar lebih responsif dan akuntabel.

Menurut laporan Komite Pengawas Perpajakan (KPP), efisiensi birokrasi dapat meningkatkan iklim investasi hingga 15%. Mall Pelayanan Publik di Brebes diharapkan menjadi lokomotif perubahan, mengurangi pungutan liar dan mempercepat proses perizinan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan investor. Penguatan “Satu Data Brebes” juga krusial, memastikan data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, mencegah tumpang tindih program dan kebocoran anggaran.

Pilar kedua, “Beres Ekonominya,” berfokus pada peningkatan nilai tambah sektor pertanian, khususnya bawang merah, yang menjadi komoditas unggulan Brebes. Upaya hilirisasi produk pertanian menjadi prioritas utama. Ini berarti tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi yang dapat menembus pasar domestik dan internasional. Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi elemen kunci, membantu pelaku UMKM dalam pemasaran, manajemen, dan akses permodalan.

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan mendorong hilirisasi dan digitalisasi, Brebes berpotensi menggandakan kontribusi UMKM-nya dan membuka lapangan kerja baru. Strategi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat daya saing UMKM melalui program pendampingan dan fasilitasi akses pasar global. Kolaborasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, akan menjadi kunci keberhasilan.

Pilar ketiga, “Beres SDM-nya,” menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri (link and match). Penguatan literasi digital juga menjadi prioritas, mempersiapkan generasi muda Brebes untuk menghadapi era digital. Pendidikan vokasi yang relevan dengan tuntutan industri akan menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu berkontribusi langsung pada sektor-sektor ekonomi yang sedang berkembang.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di kalangan lulusan SMK masih relatif tinggi, mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Program “link and match” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan diimplementasikan secara lebih masif di Brebes, termasuk melalui kerjasama dengan industri-industri besar di Jawa Tengah dan sekitarnya. Peningkatan literasi digital juga sangat penting, mengingat semakin dominannya teknologi informasi dalam berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan.

Dalam forum tersebut, Paramitha Widya Kusuma secara tegas menyatakan bahwa kemajuan Brebes tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi kolektif, terutama dari para perantau Brebes, sangat dibutuhkan. Para perantau dianggap sebagai motor inovasi dan investasi, membawa gagasan segar, jaringan luas, dan pengalaman dari berbagai belahan dunia. Ajakan untuk “pulang ke rumah” bukan hanya dalam arti fisik, tetapi juga dalam bentuk kontribusi ide dan modal. Pengalaman mereka di perantauan dapat menjadi katalisator perubahan yang signifikan bagi Brebes.

Menanggapi visi “Brebes Beres,” Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, memberikan pandangan yang menarik mengenai karakteristik masyarakat Brebes. Ia mengakui bahwa warga Brebes dikenal kritis, atau dalam bahasa lokal sering disebut “suka maido.” Namun, ia menekankan bahwa sikap kritis ini harus dilihat sebagai bentuk kepedulian. “Orang Brebes itu wataknya kritis. Apa saja dikritik dulu, mau benar atau salah dikritik dulu. Namun, kita harus berprasangka baik bahwa itu adalah bentuk kepedulian. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain kita semua harus support dan bareng-bareng membereskan Brebes,” ujar Juri Ardiantoro.

Juri Ardiantoro juga menyoroti perlunya akselerasi luar biasa dalam mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes. Berdasarkan data IPM yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Brebes pada tahun 2022 tercatat sebesar 72,01, yang masih berada di bawah rata-rata IPM Provinsi Jawa Tengah (72,71) dan IPM Nasional (73,77). Kesenjangan ini, sekecil apapun, memerlukan upaya ekstra. “Kalau kita lari, daerah lain juga lari. Maka sekecil apa pun inisiatif kita, harus dilakukan sekarang untuk membantu percepatan perkembangan Brebes,” tambahnya. Ia menekankan bahwa setiap inisiatif, sekecil apapun, harus segera diimplementasikan untuk mempercepat kemajuan Brebes.

Diskusi MASIGAB ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga menghasilkan komitmen konkret. Beberapa kesepakatan yang dicapai antara lain:

  1. Penyusunan Roadmap Kolaborasi yang Terukur: Akan dibentuk tim khusus untuk merumuskan peta jalan yang jelas dan terukur, mengintegrasikan program pemerintah daerah dengan kontribusi para perantau. Roadmap ini akan mencakup target-target spesifik, indikator keberhasilan, dan jadwal implementasi yang ketat.
  2. Pembentukan Forum Komunikasi Berkelanjutan: Diadakan forum komunikasi yang reguler antara pemerintah daerah dan perantau. Forum ini akan menjadi wadah diskusi, pertukaran ide, dan koordinasi program, memastikan adanya keterlibatan yang berkelanjutan dari para perantau dalam pembangunan Brebes.
  3. Inisiasi Program Nyata yang Menyentuh Masyarakat Bawah: Fokus pada program-program yang langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama kelompok rentan dan kurang mampu. Program-program ini akan dirancang berdasarkan analisis kebutuhan yang akurat dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Semangat “Brebes Beres” harus menjadi titik awal dari sebuah gerakan besar untuk membawa Kabupaten Brebes menjadi pemain penting dalam kemajuan Indonesia di masa depan. Konsep ini bukan hanya tentang memperbaiki birokrasi, ekonomi, dan SDM di Brebes, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah di kancah nasional. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para perantau adalah kunci utama untuk mewujudkan visi besar ini. Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan yang luas dari para perantau, Brebes optimis dapat mencapai transformasi total dan berkontribusi signifikan bagi Indonesia yang lebih baik.

Dalam konteks ekonomi, hilirisasi bawang merah misalnya, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Brebes dapat mendorong pengembangan produk olahan bawang merah seperti bubuk bawang merah, minyak bawang merah, atau bahkan produk kuliner inovatif yang menggunakan bawang merah sebagai bahan utamanya. Pendampingan teknis dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran, serta fasilitasi sertifikasi halal dan BPOM, akan sangat membantu para petani dan pelaku UMKM untuk memasuki pasar yang lebih luas. Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa sektor industri makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar dalam PDB manufaktur, dan inovasi produk berbasis komoditas lokal seperti bawang merah memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Di sektor SDM, pendidikan vokasi yang “link and match” dapat diwujudkan melalui kurikulum yang disusun bersama dengan perwakilan industri. Program magang yang diperpanjang dan terstruktur, serta rekrutmen lulusan langsung dari sekolah ke perusahaan, akan menjadi bukti konkret keberhasilan program ini. Selain itu, pelatihan keterampilan digital yang spesifik, seperti desain grafis, pemasaran digital, atau pengelolaan e-commerce, akan membekali generasi muda Brebes dengan keterampilan yang relevan di era digital. Keberadaan pusat pelatihan digital atau inkubator bisnis digital di Brebes juga dapat menjadi sarana efektif untuk mendorong kewirausahaan digital di kalangan anak muda.

Dukungan dari pemerintah pusat melalui berbagai program pendanaan, pelatihan, dan fasilitasi kebijakan juga sangat krusial. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan memastikan bahwa visi “Brebes Beres” dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang optimal. Peran MASIGAB sebagai jembatan antara pemerintah daerah dan perantau juga akan terus diperkuat, memastikan adanya komunikasi yang efektif dan kolaborasi yang produktif. Transformasi total Brebes melalui visi “Brebes Beres” adalah sebuah janji yang menuntut kerja keras dan komitmen dari semua pihak. Namun, dengan potensi yang dimiliki dan semangat kolaborasi yang kuat, Brebes memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan.

Acara ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama bahwa “Brebes Beres” adalah awal dari sebuah gerakan besar yang akan membawa Kabupaten Brebes menjadi bagian integral dari kemajuan Indonesia di masa depan. Ini adalah panggilan untuk bertindak, berinovasi, dan bersinergi demi mewujudkan Brebes yang lebih baik.

Bagikan: