BREBES, Warta Brebes — Dampak bencana tanah longsor yang terjadi pada 30 Desember 2025 di Dukuh Pengasinan RT 04/RW 06, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, kini semakin mengkhawatirkan.
Longsoran tebing sungai terus menggerus tanah di bawah fondasi rumah warga hingga membuat bangunan menggantung dan terancam roboh ke jurang.
Dampak Tanah Longsor Sridadi terhadap Permukiman Warga
Ancaman longsor kini menekan rasa aman warga yang tinggal di sekitar tebing. Fondasi beberapa rumah sudah tidak lagi menapak kuat pada tanah yang stabil.
Setiap hujan lebat, warga harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tebing yang terkikis dapat runtuh sewaktu-waktu dan mengakibatkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Dampak Tanah Longsor Sridadi terhadap Area Pemakaman Umum
Ancaman longsor tidak hanya mengintai permukiman warga. Di sisi seberang sungai, area pemakaman umum juga mengalami longsor cukup parah. Sejumlah makam berada di bibir tebing dan berisiko amblas apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi tersebut, berpotensi memburuk seiring intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Sridadi dan sekitarnya. Tanah yang labil, akan semakin mudah terkikis aliran air dan pergerakan tanah.
Pemerintah Desa Sridadi sudah menanti-wanti warganya agar meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, cuaca masih sering hujan tinggi.
“Kondisi tanah yang labil terus terkikis setiap kali hujan turun, sehingga berpotensi menimbulkan longsor susulan dan membahayakan keselamatan jiwa serta keutuhan makam,” ungkap Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, Jumat (23/1).
Menurut Sudiryo, pemerintah desa sejak awal kejadian telah melakukan pemantauan rutin. Juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi penanganan darurat. Bahkan, sudah meminta bagi warga yang rumahnya paling dekat dengan tebing, untuk selalu siaga dan segera mengungsi apabila terjadi tanda-tanda longsor susulan.
Upaya Penanganan Dampak Tanah Longsor Sridadi
Pemerintah desa mendorong percepatan penanganan dengan penguatan tebing sungai, normalisasi aliran air, serta penataan kembali area permukiman dan pemakaman yang terdampak. Selain itu, sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana longsor rutin dilakukan agar warga memahami langkah penyelamatan diri ketika kondisi darurat terjadi.
Dengan penanganan yang tepat dan dukungan semua pihak, diharapkan dampak tanah longsor Sridadi terhadap permukiman warga dan area pemakaman dapat diminimalkan serta risiko bencana susulan bisa ditekan.








