BREBES, Warta Brebes— Pemerintah kabupaten menyatakan telah memperbaiki 177 km jalan dan 58 jembatan rusak sepanjang 2025. Namun, angka tersebut masih relatif kecil daripada jumlah infrastruktur yang ada. Dari 1.210,19 Km jalan kabupaten, baru 117 Km yang sudah perbaikan atau sekitar 9,67 persen saja.
Klaim keberhasilan perbaikan jalan rusak menjelang satu tahun pemerintahan Paramitha Widya Kusuma-Wurja tersebut, masih belum menyelesaikan problem jalan rusak di Brebes yang jauh lebih besar.
Jalan Rusak di Brebes Masih Menjadi PR Besar
Menurut data terbaru pemerintah daerah, total panjang jalan di Kabupaten Brebes mencapai 1.210,19 km, dengan hanya sebagian yang dinyatakan baik. Sisanya, masih terdiri dari jalan rusak ringan hingga rusak berat yang tersebar di banyak kecamatan.
Bahkan, warga Kabupaten Brebes masih banyak mengeluhkan kondisi jalan di wilayah masing-masing. Baik melalui media sosial maupun melalui forum formal seperti musrenbang maupun reses dewan. Beberapa langsung mendapat respon dari pemerintah, namun sebagian besar lainnya masih menguap.
Keluhan soal jalan tak hanya menimpa satu lokasi saja, namun fenomena serupa mencuat di beberapa komunitas masyarakat. Mereka menyuarakan beberapa ruas rusak bertahun-tahun belum tersentuh pembangunan.
Anggaran Perbaikan Jalan Terbatas
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian DPU Brebes, Adhika Pramudya, menyatakan pemerintah daerah memang sudah mengalokasikan anggaran tambahan untuk perbaikan jalan. Dalam tahun anggaran 2025, DPU mendapatkan alokasi sekitar Rp65 miliar hanya untuk bidang Bina Marga, bagian dari total sekitar Rp112 miliar anggaran fisik.
“Tantangan terbesar kita adalah wilayah Brebes yang sangat luas, dengan sekitar 400 km jalan masih perlu perbaikan. Secara bertahap kami perbaiki sesuai kemampuan anggaran,” jelas Adhika kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, proyek strategis seperti perbaikan Tanjung–Kersana dan Klampok–Sawojajar sudah diusulkan melalui bantuan provinsi, namun volume kerusakan masih jauh lebih besar daripada kapasitas yang dapat tertangani saat ini.
Bupati Brebes Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur
Sementara Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, sebelumnya menegaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi prioritas pembangunan di 2025 dan 2026 dalam forum perencanaan daerah.
Ia mengaku telah meminta DPU untuk memilah prioritas perbaikan yang paling berdampak bagi masyarakat. Termasuk, memastikan DPU telah melakukan pengklasifikasian jalan rusak untuk menentukan apakah perlu betonisasi, pengaspalan, atau pemeliharaan rutin agar program perbaikan lebih efektif.









