Duka Adisana Belum Usai, Jembatan Ambruk dan Warga Krisis Air

BUMIAYU, Warta Brebes — Jembatan ambruk Desa Adisana menambah rangkaian bencana yang belum reda di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Kini jembatan Badrun yang menjadi akses utama warga terputus, ratusan warga terisolasi.

Tak hanya itu, sebagian warga juga kehilangan akses listrik serta krisis air bersih yang kian menekan kehidupan sehari-hari mereka. 

Jembatan Badrun di Desa Adisana amblas tiba-tiba pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Struktur jembatan runtuh setelah terdengar suara gemuruh keras, disusul retakan besar pada badan jembatan. Sejak itu, jalur penghubung utama warga tak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akses Warga Terputus, Lebih dari 100 KK Terisolasi

Kerusakan jembatan ini memperparah kondisi warga yang sejak sehari sebelumnya telah menghadapi krisis air bersih. Mata air Kali Reong yang selama ini menjadi sumber air utama warga sudah rusak dan tertutup material banjir bandang akibat luapan Sungai Keruh.

Kini, lebih dari seratus kepala keluarga kini harus bertahan dengan air hujan atau membeli air galon bagi yang mampu.

“Jembatan ambruk, air bersih tidak ada. Kami benar-benar terisolasi,” kata Umam, warga RT 03, kepada wartawan Rabu (4/2/2006) malam.

Situasi darurat semakin terasa ketika listrik di tiga rukun tetangga padam total sekitar pukul 20.30 WIB. Kampung berubah gelap gulita. Aktivitas warga lumpuh, anak-anak terancam tak bisa bersekolah, sementara distribusi kebutuhan pokok terhambat.

Menurut Lukman, warga RT 02, amblasnya jembatan terjadi sangat cepat. “Awalnya terdengar suara gemuruh, lalu jembatan langsung runtuh. Retakan besar sudah terlihat beberapa detik sebelumnya,” ujarnya.

Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani, membenarkan kondisi darurat tersebut. Ia menyatakan banjir bandang yang melanda wilayah itu memicu kerusakan beruntun, mulai dari sumber air bersih hingga infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Jembatan Badrun merupakan akses vital warga. Sekarang terputus total. Kami sudah melaporkan kondisi ini dan berharap ada penanganan cepat, terutama untuk air bersih dan akses darurat,” kata Ahmad Yani.

Warga berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan air bersih, penerangan darurat, serta membangun jalur sementara agar aktivitas dasar masyarakat bisa kembali berjalan. Tanpa langkah cepat, krisis yang melanda Desa Adisana berpotensi semakin meluas.

Bagikan: