BREBES, Warta Brebes — Gastritis atau radang lambung kini tak lagi identik dengan usia lanjut, penyakit juga ini semakin sering menyerang usia produktif.
Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang memicu nyeri ulu hati, mual, muntah, hingga perut terasa penuh. Kondisi ini sering terabaikan, padahal dapat berkembang menjadi tukak lambung. Bahkan, efek fatalnya bisa menyebabkan perdarahan saluran cerna.
Penyebabnya Sering Karena Jadi Kebiasaan
Para ilmuwan medis menjelaskan, penyebab gastritis paling umum adalah keterlambatan makan, konsumsi makanan pedas dan asam, alkohol, serta kebiasaan minum kopi saat perut kosong.
Selain itu, stres psikologis terbukti meningkatkan produksi asam lambung secara berlebihan.
Infeksi bakteri Helicobacter pylori juga menjadi faktor utama gastritis kronis. Bakteri ini merusak lapisan pelindung lambung sehingga asam lambung melukai jaringan di bawahnya. Tanpa pengobatan, infeksi ini dapat berlangsung bertahun-tahun.
Gejala Gastritis dan Penanganannya
Gejala penyakit ini sering muncul ringan dan hilang timbul, sehingga banyak penderita mengabaikannya. Padahal, gangguan pencernaan yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti anemia hingga risiko kanker lambung pada kasus tertentu..
Penanganan gastritis dilakukan dengan menurunkan produksi asam lambung dan memperbaiki pola hidup. Pasien dianjurkan makan teratur, menghindari makanan pemicu, serta mengelola stres secara aktif. Pada kasus infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik sesuai indikasi medis.
Namun demikian, para tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung pada obat pereda nyeri sembarangan. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid tanpa pengawasan justru dapat memperparah iritasi lambung.
Periksakan secara medis bila nyeri ulu hati terjadi berulang, bersamaan muntah darah atau feses berwarna hitam. Deteksi dini gastritis menjadi kunci mencegah kerusakan lambung yang lebih berat.









