Jalan Sirampog–Bumijawa Longsor Parah, Akses Brebes–Tegal Terancam Putus

BREBES, Warta Brebes — Jalan Sirampog–Bumijawa longsor di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Longsoran menggerus badan jalan hingga menyisakan separuh jalur, sehingga mengancam kelancaran akses utama Brebes–Tegal.

Ruas jalan berstatus jalan provinsi ini mengalami kerusakan parah setelah hujan deras mengguyur wilayah Sirampog dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Jalan Longsor Terjadi di Desa Batursari

Longsor terjadi di ruas jalan Desa Batursari, Kecamatan Sirampog. Aspal di sisi luar jalan ambles dan runtuh ke jurang dengan kedalaman puluhan meter. Kondisi ini membuat kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian.

Warga setempat memasang drum dan bambu sebagai penanda darurat agar pengendara tidak terlalu ke tepi jalan.

Jalan Sirampog–Bumijawa Longsor dari Retakan Terus Meluas

Penjabat Kepala Desa Batursari, Mudhofar Ismail, mengatakan titik longsor tersebut sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Longsor ini bukan yang pertama. Pada 23 Januari lalu sudah terjadi longsor di bahu jalan. Karena hujan terus, sekarang kondisinya makin parah,” kata Mudhofar.

Menurutnya, retakan tanah di sekitar lokasi masih terlihat dan berpotensi melebar jika hujan kembali turun.

Jalur Vital Brebes–Tegal Terancam Putus

Jalan Sirampog–Bumijawa merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Brebes dengan Kabupaten Tegal. Jalur ini menjadi akses utama masyarakat, termasuk kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan logistik.

Jika longsor terus meluas, akses Brebes–Tegal melalui Sirampog berpotensi putus total.

Pengguna Jalan Sirampog–Bumijawa Ekstra Waspada

Hingga kini, belum ada penutupan total jalan. Namun pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama kendaraan besar.

Kondisi jalan yang sempit dan labil membuat risiko kecelakaan meningkat, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Warga Tunggu Penanganan Pemerintah

Warga berharap pemerintah provinsi dan instansi terkait segera melakukan penanganan permanen. Penanganan darurat dinilai belum cukup mengingat jalan tersebut berada di kawasan rawan longsor.

“Kalau hujan terus, kami khawatir jalannya benar-benar putus,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi.

Bagikan: