BREBES, Warta Brebes— Malam Jumat itu, suara air terdengar lebih nyaring dari biasanya. Sekitar pukul 23.00 WIB, banjir bandang Bumiayu datang. Sungai Keruh yang membelah kecamatan dan meluap. Airnya tak sekadar naik, tapi mengamuk.
Dalam hitungan menit, arus deras menyapu rumah-rumah di bantaran sungai. Desa Dukuhturi menjadi titik awal bencana, sebelum air menyebar ke Kalierang, Adisana, dan Penggarutan.
Banjir Bandang Bumiayu Sapu Dukuhturi, 7 Rumah Hanyut, 5 Rusak Berat
Banjir bandang untuk kali kesekian itu kembali datang. Kali ini, cukup besar. Kondisi terparah ada di RT 01 dan RT 05 RW 01 Desa Dukuhturi, warga hanya sempat menyelamatkan diri. Tujuh rumah hanyut, lima lainnya nyaris ambruk. Tanah di tepi sungai ambrol sepanjang belasan meter. Rumah-rumah yang berdiri di atas sertifikat resmi tak berdaya menghadapi derasnya arus.
“Ini bukan pertama kalinya. Tapi kali ini paling parah,” kata Subejo, Ketua RT 01, Sabtu pagi. Ia menuntut pemerintah segera menormalisasi sungai dan memperkuat tanggul. “Kami sudah terlalu sering jadi korban.”
Adapun daftar rumah terdampak banjir bandang Bumiayu di Desa Dukuhturi antara lain terdiri dari 7 rumah yang hanyut. Masing-masing milik:
- Asep Rajiman/Ita
- Jajang Joni/Ari
- Sentot/Nining
- Narimo
- Boni/Beti
- Wasran/Musliha
- Rukyat/Warsem
Selain itu, 5 rumah mengalami kerusakan cukup parah. Masing-masing milik Bejo/Yeti, Rasikem, Mail/Pidoh, Rozak dan Ara Rusmirah.
Kalierang, Adisana, Penggarutan: Air Naik, Jalan Putus, PDAM Lumpuh
Tak hanya itu di Desa Dukuhturi, banjir bandang Bumiayu juga meluas ke sejumlah Desa lain.
Di Dukuh Krajan I, Kalierang, 11 rumah terendam. Di Adisana, dua rumah rusak berat, jalan kabupaten terputus, dan jaringan PDAM Bumiayu lumpuh. Di Penggarutan, 56 bangunan terendam, termasuk sekolah dan musala.
Warga bergegas mengungsi sejak pagi. Banyak yang hanya membawa pakaian di badan. “Kami tak sempat selamatkan apa-apa,” kata seorang warga Kalierang.
Pemkab Brebes Kerahkan Alat Berat, Sodet Sungai, Salurkan Bantuan
Sabtu pagi, Wakil Bupati Wurja dan Sekda Dr. Tahroni tiba di lokasi. Kerahkan dua alat berat untuk menyodet alur Kali Keruh, lalu mengalihkan arus agar tak kembali menghantam permukiman. Pemkab Brebes juga membagikan bantuan makanan siap saji untuk warga terdampak. Hingga kini, pendataan kerusakan masih berlangsung.
Hulu Gundul, DAS Rusak, Banjir Jadi Siklus
Menurut Sekda Tahroni, banjir bukan semata karena hujan deras. Hulu Kali Keruh di lereng Gunung Slamet makin gundul. “Ini soal ekosistem yang rusak. Kita butuh reboisasi, bukan hanya tanggul,” ujarnya.
Pemkab akan berkoordinasi dengan Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah. Penanganan jangka panjang mencakup reboisasi, penguatan tanggul, dan normalisasi sungai.
BPBD Imbau Waspada, Kerugian Ratusan Juta
BPBD Brebes mengimbau warga bantaran sungai tetap siaga. Hingga Sabtu siang, pergerakan tanah masih terjadi. Garis polisi dipasang di zona rawan. Meski tak ada korban jiwa, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Warga kehilangan rumah, harta, dan rasa aman. (*)








