BREBES, Warta Brebes – Longsor Cilibur Brebes yang terjadi di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, memicu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma langsung menyiapkan rencana relokasi jalur jalan kabupaten Cilibur–Langkap yang terdampak longsor pada Minggu (8/3/2026).
Longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Brebes selatan. Debit air di Kali Longkrang meningkat hingga menggerus tebing bagian utara dan memicu longsoran besar.
Akibatnya, tebing dengan dimensi sekitar panjang 20 meter dan tinggi 30 meter runtuh dan menyeret sebagian badan jalan kabupaten.
“Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah menerima laporan pertama. Keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” kata Paramitha Widya Kusuma, Bupati Brebes, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).
Longsor Cilibur Brebes Rusak Jalan Kabupaten
Dampak longsor Cilibur Brebes cukup signifikan. Badan jalan kabupaten pada ruas Cilibur–Langkap mengalami kerusakan sepanjang 50 meter.
Seluruh lebar jalan eksisting sekitar 3 meter tergerus akibat material tanah yang runtuh.
Tidak lama setelah kejadian pertama, longsor susulan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lokasi yang sama. Longsoran tersebut merusak talud penahan tebing serta sebagian bangunan kamar mandi di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan.
Dimensi longsoran susulan diperkirakan mencapai lebar sekitar 3 meter dan panjang sekitar 6 meter.
Meski kerusakan infrastruktur cukup serius, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Hingga saat ini juga tidak ada warga yang mengungsi.
Namun demikian, sejumlah titik di sekitar lokasi masih menunjukkan retakan tanah yang berpotensi memicu longsor lanjutan.
“Beberapa titik masih menunjukkan retakan yang mengindikasikan potensi longsor susulan. Kami mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di area rawan longsor,” ujar Paramitha.
Relokasi Jalur Jalan Jadi Solusi Longsor Cilibur Brebes
Pemerintah Kabupaten Brebes kini menyiapkan langkah strategis berupa relokasi jalur jalan untuk mengatasi dampak longsor Cilibur Brebes.
Langkah ini jadi opsi karena kondisi tebing memiliki risiko tinggi jika jalan tetap berada di lokasi lama.
Pemkab Brebes juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan beberapa langkah cepat, antara lain:
- Asesmen teknis kondisi tebing dan badan jalan
- Koordinasi dengan pemerintah provinsi
- Perencanaan relokasi jalur jalan
- Mitigasi risiko longsor susulan
Menurut Paramitha, akses jalan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga di wilayah Paguyangan dan sekitarnya.
“Pemkab Brebes akan segera menindaklanjuti hasil asesmen lapangan bersama instansi teknis. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, sehingga solusi solusi harus aman dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap penanganan longsor Cilibur Brebes dapat segera dilakukan agar akses transportasi warga kembali normal sekaligus meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.











