Penipuan Digital Jelang THR, Waspadai Phishing dan Malware

JAKARTA, Warta Brebes – Penipuan digital jelang THR meningkat menjelang masa pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja di Indonesia. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan lonjakan transaksi dan aktivitas masyarakat selama Ramadan untuk melancarkan berbagai modus penipuan.

Perusahaan penyedia identitas digital VIDA mencatat peningkatan kasus penipuan digital pada periode menjelang pencairan THR sepanjang 2025. Pola serupa berpotensi kembali terjadi pada Ramadan tahun ini karena aktivitas digital masyarakat meningkat tajam.

Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis,” kata Niki seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu (9/3/2026).

Menurutnya, pelaku memanfaatkan celah keamanan digital, rendahnya literasi teknologi, serta momentum tertentu seperti pencairan THR untuk menargetkan korban.

Modus Phishing Marak pada Penipuan Digital Jelang THR

Salah satu modus penipuan digital jelang THR yang paling sering muncul ialah phishing atau smishing. Dalam modus ini, pelaku mengirim pesan berisi tautan berbahaya agar korban memasukkan data pribadi.

Data yang biasanya menjadi target antara lain:

  1. Username dan password akun
  2. One-Time Password (OTP)
  3. Data identitas pribadi
  4. Informasi akses perbankan

Pelaku kerap menyamar sebagai instansi resmi, perusahaan logistik, atau penyedia promo Ramadan.

Dalam beberapa kasus, pelaku juga menggunakan teknologi fake BTS untuk mengirim SMS massal yang tampak seolah berasal dari institusi terpercaya. Cara ini membuat pesan terlihat meyakinkan sehingga korban lebih mudah tertipu.

Modus Malware Juga Mengincar Korban THR

Selain phishing, modus lain dalam penipuan digital jelang THR adalah penyebaran malware melalui file aplikasi berbahaya.

Pelaku biasanya mengirim file APK yang terlihat seperti dokumen penting agar korban tertarik mengunduhnya.

Beberapa contoh umpan yang sering digunakan antara lain:

  • Dokumen status pengiriman paket
  • Undangan pernikahan digital
  • File tagihan atau dokumen penting lainnya
  • Undangan buka bersama atau halal bihalal

Jika korban mengunduh file tersebut, aplikasi berbahaya dapat langsung terpasang di perangkat. Setelah itu, pelaku dapat memantau aktivitas ponsel korban dari jarak jauh.

Melalui cara ini, pelaku bisa mencuri password, data pribadi, hingga informasi finansial yang tersimpan di perangkat.

“Password saja tidak lagi cukup menjadi benteng keamanan di era digital yang semakin kompleks,” ujar Niki.

Cara Mencegah Penipuan Digital Jelang THR

Untuk mencegah penipuan digital jelang THR, masyarakat perlu memperkuat perlindungan perangkat sekaligus identitas digital.

Perangkat seperti ponsel, tablet, dan laptop saat ini menyimpan akses menuju berbagai layanan penting, termasuk layanan keuangan.

VIDA juga mengkampanyekan gerakan #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima pesan digital.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

  • Hindari mengklik tautan dari pesan tidak dikenal
  • Jangan mengunduh file APK dari sumber tidak resmi
  • Jangan membagikan OTP atau password kepada siapa pun
  • Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital jelang THR, terutama saat aktivitas transaksi meningkat menjelang Lebaran.

Bagikan: