TEGAL, Warta Brebes – Persekat Tegal degradasi ke Liga Nusantara musim depan setelah kalah 1-2 dari Persiba Balikpapan pada laga playoff degradasi Pegadaian Championship 2025/2026.
Pertandingan berlangsung di Stadion Trisanja, Jumat (8/5/2026) sore. Hasil tersebut memastikan Persekat Tegal gagal bertahan di kasta kedua sepak bola nasional.
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Laskar Ki Gede Sebayu. Persekat sebelumnya menargetkan bertahan di Pegadaian Championship dan kembali bersaing di papan tengah klasemen. Namun, performa yang tidak stabil sepanjang musim membuat langkah mereka terhenti di playoff degradasi.
Persekat Tegal Degradasi Setelah Kebobolan Lebih Dulu
Persekat sebenarnya tampil cukup agresif sejak menit awal. Tim asuhan I Putu Gede langsung menekan pertahanan Persiba melalui serangan cepat dari sisi sayap.
Peluang pertama lahir pada menit kedelapan. Hamdi Sula melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Namun, kiper Persiba, Pancar Nur Widiastono, berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Persiba justru mampu mencuri gol lebih dulu pada menit ke-18. Lorensius Amanat Sabda mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan Abdul Rachman.
Gol tersebut membuat Persekat tertinggal 0-1.
Persekat mencoba bangkit melalui peluang Nathan Ari Pramana dan Rocky Mandosir. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan untuk keunggulan Persiba.
Persekat Tegal Unggul Jumlah Pemain
Memasuki babak kedua, Persekat melakukan perubahan strategi. Pelatih I Putu Gede memasukkan Pedro Matos dan Sylvain Atieda untuk meningkatkan daya serang.
Momentum sempat berpihak kepada Persekat pada menit ke-61. Pemain Persiba, Bintang Arrahim, menerima kartu merah langsung setelah wasit mengecek tayangan VAR.
Unggul jumlah pemain membuat Persekat tampil lebih menekan. Kevy Syahertian akhirnya mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68.
Gol tersebut sempat membangkitkan semangat ribuan suporter di Stadion Trisanja. Namun, keunggulan momentum itu tidak bertahan lama.
Persiba kembali unggul dua menit kemudian. Dwi Geno Nofiansyah mencetak gol melalui skema serangan balik cepat.
Persekat terus menyerang hingga akhir pertandingan. Bahkan, Iuri Barbosa sempat membobol gawang Persiba pada menit ke-87. Namun, wasit menganulir gol itu karena offside.
Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Degradasi Akibat Performa Tidak Stabil
Persekat Tegal degradasi bukan hanya karena hasil playoff. Tim asal Kota Bahari itu memang tampil kurang konsisten sepanjang musim.
Persekat beberapa kali gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin penuh. Lini belakang juga kerap kehilangan fokus saat menghadapi tekanan lawan.
Di sisi lain, produktivitas gol Persekat menurun dibanding musim sebelumnya. Ketergantungan terhadap beberapa pemain asing membuat pola permainan mudah terbaca lawan.
Degradasi ini menjadi kemunduran bagi Persekat. Dalam beberapa tahun terakhir, klub tersebut sempat menjadi salah satu kekuatan potensial di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Manajemen kini menghadapi tantangan besar untuk membangun ulang tim. Persekat harus menyiapkan skuad yang lebih kompetitif jika ingin kembali promosi dari Liga Nusantara musim depan.
Suporter Minta Evaluasi Total
Hasil buruk ini juga memicu kekecewaan suporter Persekat. Banyak pendukung berharap manajemen segera melakukan evaluasi total terhadap komposisi pemain, pelatih, dan strategi klub.
Suporter tetap memberikan dukungan usai pertandingan. Namun, mereka meminta Persekat segera bangkit agar tidak terjebak terlalu lama di kasta bawah sepak bola nasional.
Liga Nusantara sendiri dikenal memiliki persaingan ketat. Banyak klub besar kesulitan kembali promosi setelah terdegradasi ke kompetisi tersebut.
Karena itu, Persekat harus bergerak cepat melakukan pembenahan jika ingin kembali bersaing di level yang lebih tinggi.





