Tanah Bergerak Bojongsari Kian Mengancam, Ratusan Warga Mengungsi Tinggalkan Rumah

SIRAMPOG, Warta Brebes – Ancaman bencana alam di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes kian nyata. Tanah bergerak kini memporak-porandakan Dukuh Bojongsari desa setempat.

Retakan tanah di Bojongsari yang terus melebar memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tenda darurat berjarak sekitar 300 meter dari permukiman, Minggu (8/2/2026).

Pengungsian berlangsung senyap namun menyisakan kecemasan. Sejak pagi, warga berjalan kaki sambil menggendong anak, menuntun lansia, dan membawa pakaian serta dokumen penting seadanya. Mereka meninggalkan rumah-rumah yang berada di zona rawan yang sewaktu-waktu bisa amblas jika pergerakan tanah kembali terjadi.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyebut eskalasi bencana semakin mengkhawatirkan. Sejumlah bangunan sudah tidak lagi layak huni setelah retakan tanah melebar hingga puluhan sentimeter.

“Kondisi pergerakan tanah Bojongsari makin parah. Demi keselamatan, warga kami arahkan segera mengungsi ke tenda darurat,” kata Sudiryo.

Tak sedikit warga memilih langkah pahit membongkar rumah secara mandiri. Sebagian masih sempat menyelamatkan kayu, genteng, dan material bangunan sebelum tanah benar-benar bergerak.

“Ini upaya mengurangi kerugian kalau kerusakan semakin meluas,” ujar Sudiryo.

Tanah Bergerak,Trauma Lama Terulang

Dukuh Bojongsari dihuni 146 kepala keluarga atau 439 jiwa. Ironisnya, mereka merupakan warga relokasi dari Dukuh Lebakgoak, lokasi yang juga pernah dilanda bencana tanah bergerak pada 2013. Ancaman kehilangan rumah kembali menghantui, memunculkan trauma lama yang belum sepenuhnya pulih.

Sejak pertama kali terdeteksi pada 29 Januari 2026, bencana tanah bergerak di Sirampog telah menyebabkan kerusakan besar.

Data sementara mencatat 122 rumah rusak berat. Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, termasuk satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ dan PAUD yang mengalami retakan serius.

Logistik Mengalir, Ancaman di Bojongsari Belum Reda

Di lokasi pengungsian, bantuan logistik mulai berdatangan. Dinas Sosial Kabupaten Brebes menyalurkan beras, makanan siap saji, serta lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi selama masa tanggap darurat.

Koordinator Satgas PB BPBD Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan tim gabungan telah melakukan asesmen lapangan untuk memetakan penyebab dan dampak lanjutan tanah bergerak Bojongsari.

“Pendataan kami lakukan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya,” jelas Budi.

BPBD Brebes mengimbau warga mematuhi arahan petugas dan meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah masih labil.

“Warga kamu minta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” imbuhnya.

Meski demikian, sebagian keluarga masih bertahan di sekitar rumah karena keterbatasan fasilitas pengungsian. Pemerintah desa bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif, menyadari bahwa pergerakan tanah di Sirampog masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Bagikan: