Tanah Bergerak di Sirampog, Jalan Manggis–Mlayang Amblas Sebagian

SIRAMPOG, Warta Brebes — Bencana tanah bergerak Sirampog merusak akses utama warga di ruas jalan kabupaten Manggis–Mlayang, Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Pergerakan tanah itu membuat badan jalan amblas sepanjang sekitar 90 meter. Sementara Jembatan Kali Salam juga ikut terdampak ambles sekitar 11 meter.

Kerusakan tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga Dukuh Karangsalam dan Dukuh Siroyom. Akses jalan masih terbuka, namun hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor karena sebagian badan jalan mengalami penurunan dan retakan.

Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafidz, mengatakan pergerakan tanah masih berlangsung hingga Senin (2/2/2026). Kondisi itu membuat struktur jalan semakin labil dan membahayakan keselamatan warga yang melintas.

“Jalan ini jalur utama warga untuk sekolah dan distribusi hasil pertanian. Sekarang kondisinya tidak aman karena tanah masih bergerak,” kata Abdul Khafidz.

Ia menjelaskan, intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir mempercepat pergerakan tanah. Lapisan aspal terbelah dan bergelombang mengikuti pergeseran tanah di bawahnya.

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, menyebut hasil asesmen menunjukkan mahkota longsor berada di lahan perkebunan warga. Retakan tanah berbentuk oval mengarah ke Kali Salam dan Kali Keruh Behet.

“Diameter retakan mencapai sekitar 50 meter dengan kemiringan lereng hingga 75 derajat. Struktur tanah labil sehingga potensi pergerakan susulan masih tinggi,” ujar Budi.

BPBD Brebes bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. Penanganan darurat disiapkan untuk mencegah kerusakan meluas dan menjaga keselamatan warga.

Bagikan: