Tanggul Cisanggarung Kritis, Ancam Ribuan Warga Losari

LOSARI, Warta Brebes – Tanggul Cisanggarung kritis di Kecamatan Losari dan kini mengancam keselamatan pemukiman warga. Sejumlah titik tanggul di Desa Bojongsari, Karangsambung, dan Babakan mengalami kerusakan serius akibat gerusan arus sungai.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama saat debit Sungai Cisanggarung meningkat.

Tanggul Cisanggarung Kritis di Bojongsari

Sekretaris Desa Bojongsari, Budi Sontani, menyebut satu tanggul di wilayahnya hanya menyisakan beberapa meter saja. Tiga tanggul lainnya mengalami longsor dan penurunan ketinggian.

“Yang menyisakan beberapa meter itu ada satu. Sisanya sudah rendah dan rawan,” ujar Budi, Rabu (18/2/2026).

Budi mengingatkan peristiwa 2018 ketika tanggul jebol dan hampir seluruh wilayah Bojongsari terendam banjir.

“Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Kalau tidak ada penanganan permanen, tanggul bisa jebol dan mengancam pemukiman warga,” tegasnya.

Tiga Titik Rawan di Karangsambung

Kepala Desa Karangsambung, Kosim, menyampaikan kondisi serupa. Tiga tanggul di desanya mengalami penurunan dan tergerus arus Sungai Cisanggarung.

“Tanggul sudah rendah dan tergerus saat debit naik. Lokasinya dekat rumah warga. Kalau jebol, banyak rumah terdampak,” katanya.

Pemerintah desa melakukan penanganan darurat menggunakan kayu dolken, bambu, dan karung.

“Kalau debit naik lagi, tanggul darurat bisa hilang. Kami butuh perbaikan permanen,” tambahnya.

Empat Titik Kritis di Babakan

Kepala Desa Babakan, Cahyoto Imanudin, mencatat empat titik tanggul dalam kondisi kritis. Ia bersama Camat Losari berencana mengajukan usulan perbaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (Cimancis).

“Kami akan ajukan perbaikan permanen. Harapan kami ada tindak lanjut segera,” ujarnya.

Ancaman Nyata di Sepanjang Cisanggarung

Tanggul Cisanggarung kritis bukan sekadar persoalan infrastruktur. Kerusakan ini membawa ancaman langsung bagi ribuan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Curah hujan tinggi dan peningkatan debit sungai memperbesar risiko jebol. Jika tanggul runtuh, banjir bisa merendam rumah, lahan pertanian, hingga fasilitas umum.

Warga berharap pemerintah pusat dan BBWS Cimancis segera turun tangan dan melakukan penguatan permanen sebelum musim hujan mencapai puncaknya.

Losari kini berada dalam situasi siaga. Tanpa langkah cepat dan konkret, ancaman banjir besar kembali membayangi.

Bagikan: