BUMIAYU, Warta Brebes— Satu titik tanggul di Kali Keruh, Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, jebol akibat meningkatnya debit air beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini memicu ancaman banjir dan memaksa warga di sekitar lokasi mengungsi, Kamis (29/1/2026).
Kerusakan Tanggul dan Upaya Perbaikan
Koordinator Satgas PB BPBD Brebes, Budi Sujatmiko, membenarkan kerusakan tanggul. “Banjir masih bisa naik jika tanggul belum diperbaiki secara penuh,” ujarnya.
Tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 300 meter. BPBD bersama pemerintah daerah telah mengerahkan empat alat berat untuk pengerukan dan normalisasi aliran sungai, namun pekerjaan terhambat oleh hujan deras di hulu.
Titik Risiko dan Kondisi Cuaca
Hujan intensitas tinggi di wilayah hulu, terutama kawasan Sirampog, memperbesar risiko banjir susulan. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat pengerjaan perbaikan tidak optimal dan memperlambat pemulihan tanggul.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang lebih aman. Warga khawatir rumah dan lahan pertanian di sekitar tanggul akan terdampak jika sungai kembali meluap.
Selain kehilangan tempat tinggal sementara, potensi kerusakan infrastruktur jalan dan lahan produktif menjadi ancaman bagi mata pencaharian lokal.
Antisipasi dan Imbauan PemerintahBPBD Brebes terus memantau lokasi dan menyiapkan langkah darurat jika kondisi memburuk. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan jalur evakuasi dan tempat pengungsian siap digunakan. Warga harus waspada dan segera melapor bila muncul tanda pergeseran tanah atau kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya perawatan infrastruktur pengendali banjir. Selain cuaca ekstrem, abrasi dan sedimentasi sungai dapat memperlemah tanggul. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat perbaikan dan melakukan langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah meluasnya ancaman banjir.









