BREBES, Warta Brebes – Video aksi massa terhadap dua pria yang diduga mencuri bawang merah di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, viral di media sosial. Rekaman pencuri bawang merah Brebes itu menyebar dan memicu perdebatan netizen.
Dalam tayangan video tersebut tampak dua pria babak belur setelah mendapat bogem mentah warga. Motor yang mereka gunakan juga ikut menjadi sasaran massa.
Video kejadian beredar luas di Facebook melalui akun @Berita Tegal Terkini. Rekaman tersebut menunjukkan warga mengangkat dua pria dalam kondisi tangan terikat ke mobil patroli polisi.
Terduga Pencuri Bawang Merah Babak Belur
Warga tampak melemparkan tubuh kedua terduga pelaku ke bak kendaraan polisi.
Di lokasi yang sama, terlihat juga api menyala besar. Sejumlah netizen menyebut jika kobaran api berasal dari sepeda motor Honda Beat milik pelaku yang dibakar warga karena emosi.
Dari komentar warganet menyebut jika kedua pelaku berasal dari Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Beruntung, polisi langsung mengevakuasi mereka berdua dari amukan massa yang lebih fatal. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti sekarung bawang merah.
Pencuri Bawang Merah Beraksi Dini Hari, Warga Tersulut Emosi
Kapolsek Tanjung AKP R Imam Riyadi kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari di Sengon.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu kantong bawang merah siap tanam. Beratnya sekitar 25 kilogram.
“Kerugiannya sekitar Rp1 jutaan. Bawang merah itu untuk bibit,” jelas Kapolsek.
Kapolsek juga menyebut faktor ekonomi menjadi pemicu aksi pencurian. Kondisi keluarga pelaku dinilai memprihatinkan.
“Desakan ekonomi. Kondisi rumahnya juga memprihatinkan,” kata Imam.
Fenomena Pencurian Bawang Merah Berulang di Brebes
Sementara itu, kasus pencurian bawang merah di Brebes sudah kerap kali terjadi di sejumlah wilayah.
Beberapa kasus tersebut, bahkan sempat mewarnai linimasa media sosial warga Brebes. Beberapa pelaku pencuri bawang merah Brebes juga mendapatkan amuk massa. Sementara kasus lainnya juga hanya berujung nestapa bagi petani yang kehilangan tanaman yang memiliki modal tak sedikit itu, tanpa tahu siapa pencurinya.










