97% Penjualan Diserap Domestik, Intip Mesin Cuan Antam (ANTM)

ANTAM mencatat lonjakan penjualan bersih. Angkanya menembus Rp29,32 triliun. Pertumbuhan ini mencapai 12% dari tahun lalu. Penjualan domestik jadi tulang punggung utama. Mayoritas produk ANTAM ludes di dalam negeri.

Strategi penguatan basis pelanggan dalam negeri berbuah manis. Produk emas, nikel, dan bauksit laris manis. Kinerja operasional yang tangguh jadi kunci. Manajemen keuangan disiplin pun turut berperan. Hasilnya, imbal hasil positif bagi pemegang saham.

Segmen emas jadi primadona ANTAM. Kontribusinya mencapai 81% dari total penjualan. Penjualan emas melonjak 11% jadi Rp23,89 triliun. Volume penjualan emas tercatat 8.464 kg. ANTAM juga aman dari sisi pasokan bahan baku.

Kerja sama strategis dengan Merdeka Grup diperkuat. Perjanjian Jual Beli Emas (GSPA) ditandatangani. Ini memperkuat kedaulatan emas nasional. Pasokan industri domestik pun terjamin.

Segmen nikel menyusul dengan kontribusi 15%. Nilainya mencapai Rp4,47 triliun. Ini menunjukkan peningkatan 19% dari tahun sebelumnya. Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wmt. Seluruh penjualan bijih nikel terserap pasar domestik.

Produksi feronikel juga tercatat baik. Volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Semua penjualan feronikel terserap pasar ekspor. ANTAM terus menjaga pasokan global.

Segmen bauksit dan alumina tak kalah mentereng. Kontribusinya 3% dari total penjualan. Nilainya mencapai Rp879,14 miliar. Peningkatan 24% dari tahun lalu patut diapresiasi. Produksi bauksit optimalisasi kapasitas tambang.

Serapan pasar domestik untuk bauksit meningkat. Volume penjualan naik 9%. Produksi alumina (CGA) juga naik 13%. Penjualan alumina tumbuh 11%. ANTAM optimis hadapi dinamika global.

Bagikan: