BREBES, Warta Brebes – Misteri hilangnya Sumiyati di hutan Makamdawa, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih menyisakan tanda tanya besar.
Perempuan berusia 49 tahun asal Dukuh Makamdawa, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, dilaporkan menghilang sejak Minggu pagi, 18 Januari 2026. Hingga kini, entah di mana keberadaannya.
Meski Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari penuh, keberadaan Sumiyati belum juga terungkap.
Kronologi Awal Misteri Hilangnya Sumiyati di Hutan
Sumiyati meninggalkan rumah sekitar pukul 09.30 WIB tanpa pamit kepada keluarga. Kepergiannya yang mendadak mengejutkan keluarga dan warga sekitar, mengingat kesehariannya yang dikenal sebagai ibu rumah tangga yang jarang bepergian jauh.
Tubuhnya kurus, berambut lurus sepinggang, dan berkulit sawo matang. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan kaos oblong abu-abu dan celana panjang hijau tua.
Kahar, kerabat korban, mengungkapkan bahwa Sumiyati tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum menghilang. “Tidak ada pesan, tidak pamit. Seperti biasa saja,” ujarnya.
Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Tim SAR Gabungan, bersama relawan dan warga, langsung bergerak menyisir kawasan hutan Makamdawa. Mereka membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir area seluas dua kilometer persegi ke arah selatan, sementara SRU kedua bergerak ke tenggara dengan cakupan wilayah yang sama.
Selain penyisiran darat, tim juga menyebarkan informasi ke warga sekitar, khususnya yang beraktivitas di kebun dan hutan, serta ke desa-desa terdekat. Harapannya, jika ada yang melihat atau menemukan petunjuk, mereka segera melapor.
Namun, medan yang berat dan cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan besar. Vegetasi lebat dan kontur terjal memperlambat laju pencarian.
Petunjuk Terakhir Keberadaan Sumiyati
Petunjuk ke mana Sumiyati bermula dari hasil identifikasi sejumlah warga yang melihat Sumiyati sebelum raib. Beberapa warga mengaku sempat melihat Sumiyati di lokasi dan waktu berbeda.
Sunaryo melihatnya sekitar pukul 11.30 WIB berjalan ke arah barat, masih di sekitar permukiman. Kemudian, Abu Syaeri menyatakan bertemu Sumiyati saat ia menuju gubug Perhutani. Hingga petunjuk terakhir datang dari kesaksian Sulis yang mengaku melihat Sumiyati sekitar pukul 14.00 WIB berjalan ke arah Bukit Ipik.
Informasi ini menjadi dasar penentuan titik pencarian, dengan fokus utama di Bukit Ipik, area Perhutani, dan jalur-jalur yang dari petunjuk para saksi. Namun, pencarian sampai tujuh hari tak jua membuahkan hasil.
Operasi Dihentikan, Misteri Hilangnya Sumiyati di Hutan Belum Terpecahkan
Sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, operasi SAR resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil. Meski demikian, pemantauan pasif tetap berlangsung. Warga dan relawan tetap siaga jika muncul informasi baru terkait keberadaan Sumiyati.
Kepala Desa Galuh Timur, Subandi, membenarkan laporan hilangnya Sumiyati dan mengapresiasi keterlibatan warga dalam pencarian.
“Kami berharap ada titik terang. Warga tetap diminta waspada dan melapor jika melihat sesuatu yang mencurigakan,” ujarnya.
Misteri hilangnya Sumiyati di hutan Makamdawa menambah daftar panjang kasus orang hilang di kawasan hutan Brebes. Hingga kini, keluarga dan warga masih menanti keajaiban. Apakah Sumiyati akan ditemukan? Atau misteri ini akan menjadi teka-teki yang tak terjawab?









