DUBAI, Warta Brebes – Uni Emirat Arab (UEA) diserang rudal dan drone Iran. Serangan terjadi Jumat pagi (8/5/2026). Ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi. Sistem pertahanan udara mereka aktif menetralisir serangan. Warga diimbau hati-hati. Jangan mendekati puing-puing sisa pencegatan. Laporan ini dari Arab News.
Serangan terjadi di tengah gencatan senjata. Perjanjian Iran dan Amerika Serikat berlaku sejak 8 April. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru. Sebelumnya, AS mencegat rudal Iran. Serangan ditujukan ke tiga kapal Angkatan Laut. Kejadian di Selat Hormuz pada Kamis malam (7/5/2026). AS membalas dengan serangan ke fasilitas militer Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan ini. Pasukan AS menahan "serangan Iran tak beralasan". Militer AS menegaskan tidak mencari eskalasi. Mereka siap melindungi pasukan Amerika. Presiden Donald Trump angkat bicara. Ia menyatakan gencatan senjata masih berlaku. Pernyataan ini disampaikan di Washington.
UEA memang menjadi sasaran utama. Perang AS-Israel dengan Iran sudah berlangsung enam minggu. Konflik dimulai 28 Februari. Washington dan Israel menyerang target Iran. Serangan terbaru ke UEA menambah ketegangan.
Kronologi Serangan di Selat Hormuz
Serangan rudal dan drone Iran membombardir Uni Emirat Arab (UEA). Kejadian ini terjadi Jumat pagi (8/5/2026). Ketegangan di Selat Hormuz kian memanas. Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan kesigapan. Sistem pertahanan udara mereka berhasil menetralisir ancaman. Warga diminta menjauhi puing-puing sisa pencegatan.
Trump Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku
Insiden ini terjadi meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Iran dan Amerika Serikat sepakat berdamai. Gencatan senjata berlaku sejak 8 April. Namun, serangan terbaru ini menimbulkan pertanyaan. Beberapa jam sebelum serangan ke UEA, AS mencegat rudal Iran. Serangan itu ditujukan ke tiga kapal Angkatan Laut. Peristiwa terjadi di Selat Hormuz pada Kamis malam (7/5/2026).
AS Balas Serangan Iran
Militer Amerika Serikat menyatakan telah membalas serangan Iran. Serangan balasan ditujukan ke fasilitas militer Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengunggah pernyataan di media sosial. Pasukan AS berhasil menggagalkan serangan tak beralasan. AS menekankan kesiapan melindungi pasukan mereka. Mereka tidak mencari eskalasi konflik.
UEA Jadi Sasaran Perang
UEA telah menjadi target utama. Perang AS-Israel dengan Iran sudah berlangsung lama. Konflik dimulai pada 28 Februari. Washington dan Israel melancarkan serangan. Targetnya adalah fasilitas Iran. Serangan terbaru ke UEA menambah daftar panjang ketegangan.





