JAKARTA, Warta Brebes– Penumpang pesawat kerap dihadapkan pada instruksi untuk mengeluarkan laptop dari tas saat melewati pemeriksaan keamanan bandara. Aturan ini, yang juga berlaku untuk tablet berukuran besar, berbeda dengan ponsel atau earphone yang boleh tetap berada di dalam tas kabin.Dikutip dari laman Tekno, kewajiban ini memiliki alasan teknis yang kuat. Laptop dan tablet memiliki karakteristik fisik yang berbeda dari gawai lain. Keduanya dilengkapi baterai berkapasitas besar, rangka logam, serta kepadatan komponen elektronik yang jauh lebih tinggi.
Karakteristik ini menyebabkan tampilan laptop pada layar monitor X-ray terlihat sebagai blok yang sangat tebal dan solid. Mesin pemindai X-ray bekerja dengan memancarkan sinar, namun penetrasi sinar tersebut terbatas saat membentur material padat seperti baterai lithium dan motherboard. Akibatnya, area di bawah atau di belakang laptop berisiko tampak gelap di layar. Kegelapan ini dapat menutupi keberadaan benda-benda lain yang berpotensi membahayakan.
Dengan meletakkan laptop di baki terpisah, petugas keamanan dapat memeriksa detail perangkat secara lebih jelas. Ini meminimalkan kemungkinan terhalangnya pandangan terhadap barang bawaan lain di dalam tas, sehingga meningkatkan efektivitas pemeriksaan keamanan.
Standar Keamanan Internasional Demi Cegah Benda Berbahaya
Prosedur pemisahan laptop dari tas saat pemeriksaan bandara telah ditetapkan sebagai standar resmi di banyak negara. Salah satu contohnya adalah Amerika Serikat yang menerapkan aturan ini melalui Transportation Security Administration (TSA).
Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada komponen mencurigakan atau benda berbahaya yang sengaja diselipkan di balik kepadatan mesin laptop.
“Kami selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Dengan mengeluarkan laptop, kami bisa memastikan tidak ada celah untuk menyembunyikan barang berbahaya,” ujar seorang petugas keamanan bandara yang enggan disebutkan namanya.
Berbeda dengan laptop, perangkat kecil seperti smartphone tidak memerlukan pengeluaran khusus karena strukturnya tidak cukup padat untuk mengganggu hasil pemindaian barang lain. Kepadatan inilah yang menjadi pembeda utama dalam protokol keamanan bandara.
Transisi ke Teknologi CT Scanner Tingkatkan Efisiensi Pemeriksaan
Meskipun demikian, aturan pemeriksaan ini mulai mengalami evolusi di sejumlah bandara yang telah mengadopsi teknologi pemindai Computed Tomography (CT) scanner. Sistem canggih ini bekerja menyerupai peralatan medis, mampu menciptakan citra tiga dimensi yang sangat mendetail dari isi tas penumpang.
Teknologi CT scanner memungkinkan petugas keamanan melihat isi tas dari berbagai sudut pandang tanpa harus meminta penumpang mengeluarkan laptop atau perangkat elektronik lainnya. Hal ini secara signifikan mempercepat proses pemeriksaan dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Namun, karena implementasi teknologi CT scanner ini belum merata di seluruh dunia, penumpang diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di setiap titik pemeriksaan bandara. Kepatuhan terhadap arahan petugas adalah kunci utama kelancaran dan keamanan perjalanan udara. Pengalaman penumpang dalam proses pemeriksaan laptop wajib keluar tas di bandara akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi keamanan.





