BREBES, Warta Brebes — Pasar Hewan Bumiayu Brebes akhirnya masuk radar pembenahan besar-besaran. DPRD Kabupaten Brebes menyoroti kondisi pasar yang kumuh, macet, semrawut, dan tidak lagi layak menjadi pusat perdagangan ternak terbesar di wilayah selatan Brebes.
Kemacetan parah saat bongkar muat, parkir liar, hingga akses keluar masuk yang hanya satu pintu menjadi masalah utama yang selama bertahun-tahun menjadi keluhkan pedagang dan warga.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Komisi 2 dan Komisi 3 DPRD Brebes bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan masterplan penataan Pasar Hewan Bumiayu Brebes.
FGD tersebut melibatkan Baperida, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Forkopimca, kepala desa, hingga tokoh masyarakat sekitar.
DPRD Brebes Soroti Kemacetan
DPRD Brebes menilai kondisi Pasar Hewan Bumiayu Brebes semakin memprihatinkan. Aktivitas perdagangan ternak sering memicu kepadatan kendaraan di jalur utama Bumiayu.
Kondisi semakin parah saat hari pasaran dan momentum Idul Adha. Kendaraan pengangkut ternak, parkir liar, dan pedagang yang meluber ke badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat.
Selain itu, area parkir pasar juga dinilai tidak memadai. Banyak kendaraan akhirnya parkir sembarangan karena lahan terlalu sempit.
Ketua Komisi II DPRD Brebes, Tobidin SH MH, menegaskan pembenahan Pasar Hewan Wagean ini tidak bisa lagi ditunda.
“Pasar ini harus terkelola maksimal dan berkelanjutan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Brebes,” tegas Tobidin.
Pasar Hewan Bumiayu Akan Punya Jalur Baru
Dalam pembahasan FGD, DPRD Brebes mulai menyiapkan sejumlah solusi untuk mengurai kemacetan di Pasar Hewan Bumiayu Brebes.
Salah satu opsi utama yakni membuka jalur keluar baru melalui bantaran sungai agar kendaraan tidak menumpuk di satu akses.
Selain itu, pemerintah juga akan menertibkan parkir liar yang selama ini mempersempit badan jalan di sekitar pasar.
Penataan zonasi perdagangan ternak juga masuk dalam pembahasan. DPRD ingin aktivitas jual beli hewan lebih tertib, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pembeli.
Parkir Vertikal untuk Pasar Hewan Bumiayu Brebes
DPRD Brebes juga mulai membahas pembangunan parkir vertikal di Pasar Hewan Bumiayu Brebes.
Konsep tersebut muncul karena keterbatasan lahan parkir yang selama ini menjadi pemicu kesemrawutan kawasan pasar.
Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pembangunan fasilitas modern tersebut.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pasar Wagean ini menjadi pusat perdagangan ternak modern di wilayah selatan Jawa Tengah.
Revitalisasi Pasar Hewan Bumiayu Butuh Anggaran Miliaran
DPRD Brebes mulai menghitung kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Hewan Bumiayu Brebes.
Tobidin menyebut kebutuhan dana proyek masih realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan melalui dukungan lintas pihak.
“Kalau tujuh anggota bisa ikut bersumbangsih masing-masing dua miliar, kemungkinan sudah cukup,” ujarnya.
Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat anggaran DPRD Kabupaten Brebes.
Pasar Wagean Jadi Penggerak Ekonomi
Baperida Brebes menilai Pasar ternak ini memiliki posisi strategis bagi pertumbuhan ekonomi wilayah selatan.
Pasar tersebut menjadi pusat aktivitas perdagangan ternak sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Keberadaan pasar juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM, jasa transportasi, perdagangan pakan ternak, hingga sektor kuliner.
“Pasar hewan ini ibarat gula yang menarik semut. Keberadaannya memberi dampak positif bagi UMKM di sekitarnya,” jelas perwakilan Baperida.
Melalui revitalisasi besar-besaran ini, DPRD Brebes berharap Pasar Hewan inj berubah menjadi kawasan perdagangan ternak yang modern, tertib, nyaman, dan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Brebes.






