Mega Farm Sapi Perah di Brebes Dipercepat, Ribuan Lapangan Kerja Baru Dibidik

BREBES, Warta Brebes — Mega farm sapi perah di Brebes mulai dipercepat pemerintah pusat sebagai bagian dari strategi memperkuat produksi susu nasional dan menekan ketergantungan impor.

Proyek peternakan modern berskala besar itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Brebes. Selain meningkatkan produksi susu, investasi tersebut juga dibidik mampu menyerap tenaga kerja masyarakat desa dalam jumlah besar.

Kementerian Pertanian mendorong percepatan proyek melalui program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) yang digagas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Mega Farm Sapi Perah di Brebes Dikawal Pemerintah

Ketua Kelompok Hukum dan Layanan Perizinan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Andika Prima Hadi, mengatakan pemerintah terus mengawal kebutuhan dasar proyek dan percepatan perizinan investasi.

Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya soal produksi susu, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Brebes.

“Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat dan peternak di Brebes,” ujarnya dalam rapat percepatan investasi peternakan di Subang.

Salah satu proyek utama yang kini dikawal pemerintah ialah pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi milik PT Global Dairi Bersama.

Produksi Susu Nasional Ditarget Naik

Direktur PT Global Dairi Bersama, Paulus Irwan Edy, menjelaskan proyek tersebut menggunakan pola kemitraan dengan peternak lokal.

Skema itu disiapkan agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor besar, tetapi juga dirasakan masyarakat sekitar.

Pedet jantan nantinya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Sementara sapi afkir tetap memiliki nilai ekonomi.

Di sisi lain, petani jagung lokal juga akan dilibatkan sebagai pemasok hijauan pakan ternak.

Model tersebut dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi ekonomi desa.
Mega farm sapi perah di Brebes ditargetkan mampu memproduksi hingga 180 ribu ton susu per tahun.

Proyek tersebut juga dilengkapi fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga perkebunan jagung untuk mendukung kemandirian pakan nasional.

Gunakan Sistem Peternakan Ramah Lingkungan

Selain mengejar produksi besar, proyek ini juga mengusung konsep closed loop system yang ramah lingkungan.

Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai energi alternatif. Residu pengolahan dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik.

Pengelola juga menerapkan sistem daur ulang air untuk menjaga efisiensi penggunaan sumber daya.

Konsep tersebut mulai banyak diterapkan dalam industri peternakan modern karena dinilai lebih berkelanjutan.

Pemkab Brebes Siap Dukung Investasi

Pemerintah Kabupaten Brebes menyatakan siap mendukung percepatan investasi mega farm sapi perah tersebut.

Kepala DPMPTSP Brebes, Juwita Asmara, mengatakan pemerintah daerah akan membantu proses perizinan sesuai regulasi yang berlaku. “Kami siap mendukung percepatan proses perizinan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi,” katanya.

Dukungan daerah dinilai penting agar proyek strategis tersebut segera berjalan dan memberi dampak nyata bagi warga sekitar.

Harapan Baru Ekonomi Desa di Brebes

Kehadiran mega farm sapi perah di Brebes memunculkan harapan baru bagi masyarakat desa, terutama di sektor tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.
Namun proyek besar tersebut juga akan menghadapi tantangan serius.

Pemerintah perlu memastikan peternak kecil tidak tersisih oleh industri modern berskala besar.

Selain itu, pengawasan lingkungan dan keterlibatan warga sekitar menjadi faktor penting agar investasi tidak memicu persoalan sosial baru di kemudian hari.
Jika berjalan sesuai rencana, mega farm sapi perah di Brebes bukan hanya memperkuat produksi susu nasional. Proyek ini juga bisa mengubah Brebes menjadi salah satu pusat peternakan modern terbesar di Jawa Tengah.

 

Bagikan: