BREBES, Warta Brebes — Terobosan pengobatan kanker pankreas yang revolusioner muncul dari ide tak lazim di Universitas Harvard. Obat kanker baru akhirnya terungkap.
Adalah seorang ahli biologi kimia, Gregory Verdine, yang merintis metode baru dengan menargetkan protein penyebab penyakit.
Ia mengusulkan “merekatkan” protein tersebut secara kimiawi ke komponen lain dalam tubuh. Tujuannya adalah menonaktifkan fungsi protein berbahaya tersebut secara permanen.
Penelitian ini membuahkan hasil signifikan bagi Revolution Medicines Inc., yang mengakuisisi salah satu perusahaan Verdine pada 2018. Salah satu obat mereka dilaporkan berhasil menggandakan rata-rata waktu bertahan hidup pasien kanker pankreas agresif.
Sebelumnya, pasien hanya bertahan 6,7 bulan, kini mereka bisa mencapai 13,2 bulan. Hasil lengkap uji klinis tahap akhir ini akan menjadi sorotan utama dalam konferensi tahunan dokter kanker di Chicago.
Metode molecular glue ini bekerja dengan cara yang unik untuk melawan sel kanker. Protein yang tadinya sulit dijangkau kini bisa dikendalikan. Inovasi ini menunjukkan potensi besar dalam dunia terapi kanker. Verdine sendiri mengakui bahwa idenya sempat dianggap mustahil oleh banyak pihak.
Kini, harapan baru muncul bagi para penderita kanker pankreas. Kemajuan ini membuka jalan bagi pengembangan pengobatan yang lebih efektif.
Potensi keberhasilan obat ini akan dibahas mendalam dalam forum medis internasional. Perkembangan ini menandai era baru dalam perjuangan melawan kanker.






