BREBES, Warta Brebes – Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengungkapkan anggaran pemeliharaan server data ASN dan pembaruan aplikasi Pemkab Brebes selalu tersedia setiap tahun. Namun, bupati mengakui keamanan data siber Pemkab Brebes masih lemah. Data tersebut mudah diretas dan dimanipulasi.
Kasus absensi fiktif ribuan ASN menjadi bukti kelemahan keamanan data siber. Bupati Paramitha berjanji meningkatkan keamanan server data ASN. Upaya ini untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
“Kita memahami kelemahan keamanan siber kita,” ujar Bupati Paramitha. “Ke depannya akan kita tingkatkan agar tidak terulang lagi.” Anggaran pemeliharaan data server dan pembaruan aplikasi selalu ada setiap tahun.
Penelusuran mendapati sekitar 3.000 ASN menggunakan aplikasi absensi fiktif. Jumlah ini dari total 17.800 ASN di lingkungan Pemkab Brebes. Paling banyak adalah guru dan tenaga kesehatan. Beberapa pejabat juga terindikasi terlibat.
Bupati Paramitha telah mengantongi nama-nama ASN pengguna aplikasi ilegal. Sanksi tegas sedang disiapkan untuk mereka. Tindakan ini merugikan keuangan negara.
Pemkab berupaya melacak pelaku di balik aplikasi tersebut. Aplikasi absensi resmi sempat dimatikan dua hari. Namun, absensi fiktif masih tercatat. Nama-nama pengguna aplikasi ilegal pun teridentifikasi.
Rapat segera digelar untuk menjatuhkan sanksi tegas. Pemilik rekening penjual aplikasi absensi fiktif dilaporkan ke Polres Brebes. Praktik curang ini dinilai sebagai bentuk korupsi.
ASN yang tidak hadir namun tetap dihitung tunjangannya melakukan korupsi. Hal ini disampaikan Bupati Paramitha. BKPSDMD Kabupaten Brebes telah melakukan sidak. Sidak dilakukan setelah menemukan ASN pengguna aplikasi fiktif.











