Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Sapri dalam Koper di Sukareja Banjarharjo Brebes

BREBES, Warta Brebes – Kasus penemuan mayat dalam koper di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, memasuki babak yang semakin terang. Korban teridentifikasi sebagai Sapri (60), warga Desa Pende, yang dikenal sebagai bakul padi.

Peristiwa mengerikan itu terjadi Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah rumah bertingkat yang belum selesai direnovasi.

Korban Bakul Padi dari Desa Pende

Hasil identifikasi memastikan korban adalah Sapri (60), warga Desa Pende, Kecamatan Banjarharjo.

Korban dikenal sebagai pedagang padi yang memiliki relasi bisnis dengan sejumlah warga di wilayah tersebut.

Informasi dari pihak keluarga korban mengungkap detail penting.

Sehari sebelum ditemukan tewas, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, korban menerima telepon dari seseorang bernama Rokib.

Menurut keluarga, Rokib merupakan rekan bisnis korban dan memiliki hubungan utang piutang dengan almarhum.

Korban disebut diminta datang untuk membahas persoalan bisnis dan utang. Ia bahkan diminta datang tanpa membawa kendaraan dan berjalan kaki menuju lokasi pertemuan.

“Hingga keesokan harinya korban tidak pulang dan handphone-nya sudah tidak aktif,” ungkap anggota keluarga korban.

Rumah Kosong Milik Warga yang Bekerja di Taiwan

Bangunan tempat ditemukannya jasad diketahui milik Nia, warga setempat yang saat ini bekerja di Taiwan. Rumah tersebut dalam kondisi belum rampung direnovasi. Namun, menurut keterangan warga, rumah itu sebelumnya sempat ditempati seorang pria bernama Rokib.

Sekretaris Desa Sukareja, Rohandi, membenarkan penemuan tersebut.

“Mayat pertama kali ditemukan oleh kerabat pemilik rumah bernama Tarsidi (60) saat hendak membersihkan bangunan. Pemilik rumah sedang bekerja di luar negeri,” ujar Rohandi di lokasi kejadian.

Bau Menyengat dan Koper Tertutup Pasir

Saat membersihkan rumah, saksi mencium bau amis yang sangat tajam.

Setelah ditelusuri, bau berasal dari sebuah koper di salah satu ruangan bangunan yang masih dalam tahap konstruksi. Koper tersebut sengaja ditutupi tumpukan pasir.

“Karena penasaran, koper digeser menggunakan besi holo. Terlihat ada jari tangan keluar dari dalam,” terang Rohandi.

Temuan itu langsung dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian.

Tim Inafis dan Satreskrim Polres Brebes segera memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.

Pagi Hari Rokib Meninggalkan Desa

Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 WIB, warga melihat Rokib meninggalkan desa menggunakan travel menuju Kuningan dengan membawa barang-barang pindahan.

Selidiki Mayat Dalam Koper Di Sukareja Banjarharjo Brebes

Informasi ini kini menjadi bagian dari bahan pendalaman penyidik.

Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan status hukum yang bersangkutan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami pelaku dan motifnya. Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung. (*) 

Bagikan: