Harga nikel dunia menjadi pendorong utama. Rata-rata harga nikel matte naik 15% jadi US$ 14.213 per ton. Tahun 2026 menandai pembayaran penuh 82% untuk nikel matte. Ini memperkuat basis pendapatan dan visibilitas margin. Vale memprediksi harga nikel LME terus naik. Perusahaan siap maksimalkan struktur komersialnya.
Biaya tunai per unit nikel matte tetap kompetitif. Hanya sedikit naik karena harga input komoditas tinggi. Biaya bijih nikel stabil di Bahodopi dan Pomalaa. Volume penjualan lebih tinggi dari Pomalaa akan optimalkan biaya. Peningkatan ini mengimbangi biaya struktural Bahodopi. Hasilnya, profil biaya lebih seimbang.
Produksi nikel matte 13.620 metrik ton di Q1 2026. Angka ini sesuai rencana perusahaan. Pemeliharaan terencana, termasuk Furnace 3, jadi faktor. Pengiriman nikel matte turun 25% triwulanan. Vale tetap capai target produksi tahunan. Perusahaan siap raup untung dari harga nikel LME tinggi.
Tahun 2026 jadi tonggak penting Vale. Tiga blok pertambangan beroperasi bersamaan. Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa kini aktif. Penjualan pertama bijih nikel limonit dari Pomalaa dimulai. Ini perluasan portofolio komersial Vale. Diversifikasi pendapatan masa depan semakin kuat.
Kinerja EBITDA, pendapatan, dan laba akan terus menguat. Kenaikan harga nikel LME jadi penopang. Peningkatan leverage operasional juga berperan. Margin Vale akan melebar seiring volume produksi naik.











