Sekda Brebes Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi Hadapi Ancaman Kemarau 2026

BREBES, WARTA BREBES — Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Tahroni, menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana. Kolaborasi lintas sektor sangat krusial menghadapi musim kemarau 2026. Potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi perhatian utama.

Tahroni menyampaikan hal ini saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes menggelar rapat tersebut. Acara berlangsung di Aula Lantai 6 KPT Brebes pada Kamis, 30 April 2026.

Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD. Semua pihak harus terlibat aktif. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat perlu bersinergi.

"Kebencanaan harus kita hadapi bersama," ujar Tahroni. Pemerintah wajib melakukan mitigasi bencana. Mengetahui informasi kebencanaan sejak dini sangat penting.

Langkah mitigasi adalah kunci utama. Tujuannya meminimalkan dampak bencana. Deteksi dini dan kesiapsiagaan menekan risiko kerugian. Kekeringan dan karhutla dapat dikurangi dampaknya.

Tahroni juga menyoroti aspek kemanusiaan. Ia mengapresiasi peran petugas BPBD. Tugas mereka membantu masyarakat sangat mulia.

"Teman-teman BPBD ini setiap hari menolong orang," katanya. Kerja mereka sungguh sangat mulia.

Kesiapan dan kerja sama yang solid diharapkan. Dampak musim kemarau di Brebes dapat diminimalkan.

Rakor melibatkan berbagai pemangku kepentingan. TNI, Polri, Perhutani, dan relawan hadir. Ini memperkuat sinergi menghadapi musim kemarau.

BPBD Brebes mencatat potensi kekeringan 2026. Potensi ini berkategori rendah hingga sedang. Luas wilayah terdampak mencapai 175.904,57 hektare.

Sepuluh kecamatan berpotensi mengalami karhutla. Pemerintah daerah diminta menyiapkan rencana operasi. Bersama unsur terkait, penanganan harus cepat. Penanganan harus tepat dan terkoordinasi.

Bagikan: