JAKARTA, WARTA BREBES — Gejolak geopolitik global menghantam bisnis rental forklift dan material handling PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). Pelemahan nilai tukar, gangguan rantai pasok, hingga lonjakan harga bahan baku dan energi membebani biaya operasional perusahaan. Namun, permintaan kuat dari industri manufaktur, termasuk FMCG dan pabrik kertas, diharapkan menopang kinerja SMIL di tengah tekanan tersebut.
Direktur SMIL, Winston Suhermin, memaparkan tantangan yang dihadapi bisnisnya. “Dampak fluktuasi global ini memang terasa, terutama pada peningkatan biaya operasional,” ujarnya. Meski demikian, Winston menegaskan bahwa prospek bisnis tetap cerah berkat fundamental permintaan yang kuat.
Strategi SMIL Hadapi Gejolak Ekonomi
Menghadapi berbagai tantangan, SMIL tidak tinggal diam. Perusahaan menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10-20% pada tahun 2026. Target ini mencakup pencapaian penjualan hingga Rp 500 miliar dan laba bersih sebesar Rp 100 miliar. Winston Suhermin yakin target ambisius ini dapat tercapai melalui strategi yang matang.
“Kami terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Winston. Ia menambahkan bahwa SMIL terus berupaya memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kemitraan strategis. Hal ini penting untuk menjaga daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Optimisme Bisnis Sewa Forklift di Masa Depan
Permintaan jasa forklift dari sektor manufaktur menjadi tulang punggung bisnis SMIL. Industri seperti makanan dan minuman (FMCG) serta industri kertas terus membutuhkan layanan material handling untuk menunjang operasional mereka. Winston Suhermin optimistis terhadap prospek jangka panjang bisnis sewa forklift.
“Kami melihat potensi pertumbuhan yang berkelanjutan, terutama seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan pertumbuhan sektor industri di Indonesia,” kata Winston. Dengan strategi yang tepat dan adaptasi terhadap kondisi pasar, SMIL bertekad untuk terus mengejar target laba Rp 100 miliar di tengah ketidakpastian global. Perusahaan berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik bagi pelanggan dan memberikan nilai maksimal bagi para pemegang saham.











