Miris! ASN Pengguna Aplikasi Absen Fiktif di Brebes Ternyata Guru hingga Dokter

BREBES, Warta Brebes – Praktik curang absensi fiktif melanda Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Brebes. Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Brebes mengungkap modus ini. Modus ini ternyata sudah berjalan sejak 2024.

Sidak Mendadak Ungkap ASN Gunakan Absen Ilegal

Petugas BKPSDMD Brebes melakukan sidak mendadak. Sidak menyasar sejumlah instansi pemerintahan. Tujuannya, memeriksa penggunaan aplikasi absensi fiktif. BKPSDMD sebelumnya menemukan banyak ASN memakai aplikasi ilegal.

Guru Hingga Tenaga Kesehatan Terjaring Aplikasi Fiktif

Hasil sidak sangat mengejutkan. Tim menemukan banyak ASN memakai aplikasi absen ilegal. Petugas rekam medis dan farmasi termasuk dalam daftar. Dokter gigi pun turut kedapatan. Bahkan, sejumlah guru juga mengakuinya.

Modus Bayar Ratusan Ribu untuk Absen Tanpa Hadir

Sidak digelar pada Kamis, 30 April 2026. Kejadian ini dipicu pemberitaan viral. ASN di Brebes membayar Rp250 ribu. Tujuannya, absen tanpa datang kerja. Kepala BKPSDMD Brebes, M Syamsul Haris, memimpin langsung sidak.

Sekolah Menjadi Sasaran Utama Sidak

Instansi yang disidak dipilih secara acak. Mulai dari sekolah hingga puskesmas menjadi sasaran. Kepala BKPSDMD menyebutkan, laporan terbanyak berasal dari guru. Makanya, sekolah menjadi prioritas utama.

Aplikasi Berbayar Memudahkan Absen Jarak Jauh

Perangkat lunak ilegal ini berbayar. Penggunaannya sangat mudah dari jarak jauh. ASN bisa melakukan absensi tanpa masuk kerja. Hal ini dimanfaatkan oknum ASN untuk berbuat curang.

Guru SDN Brebes 01 Akui Pakai Aplikasi Palsu

Lokasi pertama sidak adalah SDN Brebes 02. Dilanjutkan ke SDN Brebes 01. Di SDN Brebes 01, seorang guru mengakuinya. Dia mengakui memakai aplikasi ilegal. Hal ini benar-benar terjadi.

Empat Guru Dipanggil, Akui Pengguna Aplikasi Palsu

Sebelum sidak, BKPSDMD memanggil beberapa guru. Klarifikasi dilakukan untuk mencari kebenaran. Hasilnya, empat guru mengakui penggunaannya. Mereka mengaku memakai aplikasi presensi palsu.

Tujuh Karyawan Puskesmas Klikiran Terdeteksi

Setelah dari sekolah, tim bergerak ke Puskesmas Klikiran. Puskesmas ini berada di Kecamatan Jatibarang. Tujuh karyawan terdeteksi memakai aplikasi ilegal. BKPSDMD mengamankan bukti ini.

Petugas Rekam Medis dan Farmasi Terlibat

Tujuh karyawan Puskesmas Klikiran bukan sembarangan. Ada petugas rekam medis terlibat. Petugas farmasi juga terdeteksi. Mereka menggunakan aplikasi absen fiktif.

Dokter Gigi di Puskesmas Brebes Juga Ikut Terlibat

Kasus ini tidak berhenti di Puskesmas Klikiran. Dokter gigi di Puskesmas Brebes juga teridentifikasi. Dia ikut memakai aplikasi ilegal tersebut. Modus ini ternyata meluas.

Alasan Klasik: Urus Anak Hingga Rumah Jauh

ASN pengguna aplikasi dimintai keterangan. Mereka mengaku sangat terbantu. Absensi bisa dilakukan di mana saja. Ada yang beralasan mengurus anak les. Ada pula yang mengaku rumahnya jauh.

Pemkab Brebes Segera Ganti Aplikasi Absensi

Menanggapi masalah ini, BKPSDMD bertindak cepat. Aplikasi presensi resmi lama akan diganti. Sistem absensi baru menggunakan pemindaian wajah. Ini diharapkan mencegah kecurangan di masa depan.

Bagikan: