BREBES, Warta Brebes — Bupati Mitha menjajaki pasar Eropa bersama Dubes RI. Pertemuan di Pendopo Kabupaten Brebes ini fokus pada kerja sama ekonomi. Brebes ingin memperkuat akses produk unggulannya ke pasar internasional. Dubes Junimart Girsang hadir dalam pertemuan strategis ini. Peluang ekspor produk olahan menjadi prioritas utama.
Bupati Mitha memaparkan strategi ekspansi ekonomi Brebes. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan hilirisasi produk lokal. Tujuannya agar produk tidak hanya menjadi bahan mentah. Nilai tambah produk akan ditingkatkan untuk daya saing global. Pertumbuhan ekonomi Brebes yang positif menjadi momentum.
"Kami yakin komoditas Brebes layak masuk pasar Eropa," ujar Bupati Mitha. Ia menekankan pentingnya kesiapan sistem ekspor. Standar mutu, sertifikasi, dan kemitraan dagang sangat krusial. "Kehadiran Bapak Duta Besar sangat berarti bagi kami," tambahnya.
Brebes mencatat produksi bawang merah melimpah. Pada 2025, ekspor perdana ke Asia Tenggara telah dilakukan. Namun, pasar Eropa memerlukan strategi berbeda. Fokusnya adalah produk olahan bernilai tambah. Contohnya bawang goreng premium dan produk turunan telur asin.
"Pasar Eropa menuntut nilai tambah, bukan hanya bahan mentah," tegas Bupati Mitha. Selain bawang merah, batik Salem dan sektor perikanan juga diunggulkan. Pengembangan telur asin menuju pangan premium internasional juga disiapkan.
Dubes Junimart Girsang mengapresiasi langkah Pemkab Brebes. Ia menilai komitmen daerah sangat penting. "Saya mengapresiasi niat tulus Ibu Bupati untuk memajukan Brebes," ujar Junimart. Ia siap menjembatani kerja sama dengan mitra di Italia.
Pembahasan juga mencakup penguatan Indikasi Geografis (IG). Bawang Merah Brebes belum memiliki status IG. "Ini gap yang harus kita kejar," kata Bupati Mitha. Penguatan IG penting untuk branding komoditas daerah.
Seluruh agenda ini bagian dari visi "Brebes BERES". Visi tersebut fokus pada transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Brebes siap menjajaki peluang konkret di pasar global.











