Pemuda di Bantarkawung Brebes Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah

BREBES, Warta Brebes – Warga Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes digegerkan dengan penemuan jasad seorang pemuda dalam posisi tergantung di belakang rumah korban, Jumat (8/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Dede Lasmana (32), warga Dukuh Kampung Baru RT 03 RW 03 Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Dedi sekitar pukul 06.30 WIB saat hendak berangkat menyadap getah pinus. Dalam perjalanan menuju lokasi penyadapan, saksi melihat tubuh seseorang berada di atas pohon dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali tambang.

Kepala Desa Tambakserang, Usef Asikin, mengatakan saksi yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada warga dan pemerintah desa.

“Mengetahui hal itu, dia segera menyampaikan kepada warga lain untuk selanjutnya dilaporkan ke kantor desa,” ujar Usef.

Mendapat laporan tersebut, pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan jajaran Polsek Bantarkawung dan Koramil Bantarkawung yang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.

Petugas bersama warga kemudian menurunkan jenazah korban dari lokasi kejadian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Saat tiba di lokasi, selanjutnya petugas menurunkan jenazah untuk dilakukan penanganan,” kata Usef.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan aparat kepolisian bersama tim Inafis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya tali tambang berwarna biru sepanjang kurang lebih lima meter, pakaian korban, dan secarik kertas berisi coretan.

Kapolres Brebes melalui Kapolsek Bantarkawung, Puji Haryati, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban meninggal tanpa adanya unsur penganiayaan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sehari-hari bekerja serabutan. Keluarga juga mengaku tidak menyangka dengan kejadian yang menimpa korban.

Menurut pihak keluarga, korban diketahui mengalami gangguan kesehatan mental selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi korban mengakhiri hidupnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki proses autopsi. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, krisis psikologis, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional, hubungi layanan kesehatan terdekat, atau bicarakan dengan keluarga dan orang terpercaya.

Bagikan: