Mengapa Aplikasi Absensi Fiktif Bisa Jebol dan Terintegrasi dengan Data ASN Pemkab Brebes?

BREBES – Sejumlah ASN Pemkab Brebes gunakan aplikasi absensi fiktif. Mereka absen kerja meski di luar kota. Ada pula yang bolos tanpa terdeteksi. Mengapa aplikasi ini terintegrasi dengan data ASN Brebes?

Aplikasi presensi sidik jari itu bernama "Presensi ASN Kabupaten Brebes". Aplikasi ini terintegrasi dengan data absensi ASN Pemkab Brebes. ASN bermasalah cukup masukkan NIP dan password.

Aktivasi versi pro aplikasi berbayar Rp 250 ribu per tahun. ASN nakal bisa absen di mana saja. Mereka bisa absen saat bolos kerja. Aplikasi fiktif ini marak dijual ke ASN Brebes.

Kepala BKPSDMD Brebes, Moh. Syamsul Haris angkat bicara. Ia menegaskan tidak ada pejabat pemerintah terlibat. Haris menuding aplikasi dijual oleh hacker. Hacker disebut menembus sistem BKPSDMD Brebes. Mereka menjalankan praktik culas ini. Hacker tetap bisa menembus sistem saat diupdate.

"Kami sudah identifikasi. Pasti bukan dari BKD," ujar Haris. "Itu dari hacker yang menembus sistem kami."

Haris mendengar indikasi kecurangan absensi elektronik. Pihaknya berupaya update aplikasi absensi. Namun, hacker masih bisa membobolnya.

"Kami akan segera launching sistem baru," kata Haris. Sistem baru gunakan verifikasi wajah. Tim IT kami terus update software. Tujuannya agar tidak ditembus hacker.

Salah satu pengguna aplikasi beri pengakuan. Ia pakai absensi fiktif sejak beberapa tahun lalu. Biayanya Rp 250 ribu per tahun. Ia tahu dari rekan ASN.

"Saya tahu dari teman sesama ASN," katanya. Ia bayar Rp 250 ribu per tahun. Pembayaran lewat transfer ke seseorang. Ia tidak tahu penjual aplikasi ini.

Bagikan: