BREBES – Praktik culas absensi fiktif ASN Pemkab Brebes terungkap. Kecurangan ini diduga berjalan sejak 2024 hingga kini. ASN harus aktivasi aplikasi fiktif. Biaya aktivasi mencapai Rp250 ribu per tahun.
Upaya manipulasi absensi sudah berlangsung lama. Tahun 2022-2023, manipulasi GPS dilakukan. Aplikasi presensi BKPSDMD Brebes menjadi sasaran. ASN bisa absen tanpa hadir di lokasi kerja.
Praktik manipulasi GPS terbongkar pada 2023. Tahun 2024 hingga sekarang muncul aplikasi baru. Aplikasi ini berbayar aktivasi. Pengguna menduga ada oknum BKPSDMD Brebes terlibat.
"Praktik fake GPS berjalan 2022-2023," ujar ASN pengguna aplikasi. Sistem perbaikan membuat fake GPS tak berfungsi. Muncul versi pro berbayar Rp250 setahun. Ini berjalan sejak 2024. Diduga ada keterlibatan oknum BKD.
Seorang guru SMP ASN di Brebes mengakuinya. Ia aktivasi absensi fiktif sejak lama. Biaya Rp250 ribu dibayar per tahun. Ia tahu dari rekan ASN lainnya.
"Saya tahu dari teman sesama ASN," katanya. Pembayaran Rp250 ribu per tahun via transfer. Identitas penjual aplikasi tidak jelas. Namun, data terintegrasi dengan server BKD.
Aplikasi fiktif memungkinkan absensi jarak jauh. ASN bisa absen meski di luar kota. Bahkan, bisa bolos kerja tanpa ketahuan. "Aplikasi ini sangat membantu," imbuhnya. Ia bisa tetap absen saat ada urusan lain.
Absensi fiktif hindari pemotongan TPP. Pemotongan TPP otomatis oleh sistem BKPSDMD. ASN telat atau tidak hadir dikenakan sanksi.
ASN golongan III D sering dipotong TPP. Keterlambatan masuk 0-30 menit dipotong 0,5%. Tidak masuk kerja dipotong 3%. Potongan ini mencakup absen masuk dan pulang.
"April 2026 ini sudah terpotong 5,5%," ungkapnya. Potongan mencapai Rp100 ribuan. Besaran TPP tergantung golongan ASN. Sakit tanpa masuk kerja dipotong 3%.






