Brebes, warta Brebes — RSUD Brebes mengalokasikan Rp 480 juta untuk belanja nonmedis. Anggaran ini untuk Tahun Anggaran 2026. Rencananya untuk pakaian olahraga dan peralatan studio audio. Pengadaan ini tercantum dalam sistem Inaproc.
Direktur RSUD Brebes, drg. Adhi Supriadi, membenarkan alokasi ini. Belanja nonmedis ini sudah diusulkan sejak dua tahun lalu. Pelaksanaannya menyesuaikan sumber anggaran dan pendapatan BLUD. Anggaran ini tidak termasuk belanja prioritas.
RSUD berbentuk BLUD, jadi anggarannya berbeda. Penyesuaian kemampuan anggaran sangat penting. Tercantum di Inaproc sebagai transparansi pengadaan. Ini sudah diusulkan bertahun-tahun sebelumnya.
Realisasi belanja RUP menunggu kemampuan BLUD. Target pendapatan menjadi penentu utama. Anggaran belanja RSUD mengandalkan jasa pelayanan. APBD tidak menopang pengadaan ini. Pengadaan tidak bisa langsung dilaksanakan.
Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, menjelaskan. Sistem pengadaan nasional Inaproc memuat dua paket. Total nilai kedua paket Rp 480 juta. Sumbernya dari anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Paket pertama adalah belanja pakaian olahraga. Senilai Rp 350 juta untuk 1.090 karyawan BLUD. Pengadaan ini meliputi kaos dan celana training. Paket kedua adalah belanja modal peralatan studio audio. Senilai Rp 130 juta.
Metode pengadaan yang digunakan adalah langsung. Pengadaan pakaian olahraga sesuai jumlah karyawan. Peralatan studio audio untuk promosi rumah sakit. Ini mencakup kamera, sistem suara, dan drone. Peralatan media lainnya juga dibeli.
Anggaran Rp 30 juta untuk pengadaan sound system. Ini untuk aula dan ruang rapat staf. Juga untuk ruangan lain di rumah sakit. Rencana pengadaan ini sudah diusulkan dua tahun lalu. Belum dilaksanakan karena bukan prioritas. Ketersediaan anggaran BLUD menjadi kendala.
Prioritas belanja RSUD Brebes adalah pelayanan kesehatan. Ini mencakup bahan habis pakai dan obat-obatan. Alat kesehatan juga menjadi fokus utama. Belanja pakaian olahraga direncanakan akhir tahun anggaran.






