635 Anak Tegal Bersaing, Siapa Jagoan Qurani Berikutnya?

SLAWI, Warta Brebes  Ratusan generasi muda Kabupaten Tegal berkumpul di Pendopo Amangkurat. Mereka bersaing dalam Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX. Total ada 635 peserta. Acara ini berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Tegal punya tujuan mulia. Mereka ingin mencetak generasi Qurani berprestasi sejak dini.

FASI IX menjadi panggung penting. Ini membuktikan komitmen daerah. Pembentukan karakter anak bangsa menjadi prioritas. Generasi penerus harus religius dan berakhlak mulia. Semangat belajar dan berprestasi harus terus digelorakan. Tantangan zaman modern semakin berat.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menekankan hal ini. Arus informasi media sosial begitu deras. Permainan digital menyita perhatian anak. Konten negatif mudah tersebar. Orang tua menghadapi tantangan besar dalam mendidik. Anak memerlukan fondasi yang kuat.

“Anak-anak kita membutuhkan fondasi yang kuat sejak dini,” ujar Bupati Ischak. “Di tengah tantangan media sosial, game, dan berita negatif, mereka harus diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif.” Ia sangat menyadari ancaman ini.

Oleh karena itu, peran lembaga pendidikan Al-Qur’an sangat vital. Lembaga ini menjadi garda terdepan. Bupati Ischak memberikan apresiasi khusus. Ia memuji Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kabupaten Tegal. Kontribusi mereka dalam pengembangan SDM patut diacungi jempol.

Pendidikan Al-Qur’an membentuk manusia utuh. Ischak berharap FASI IX menghasilkan generasi unggul. Mereka harus cerdas secara intelektual. Spiritual dan sosial juga harus kuat. Cinta pada Al-Qur’an harus tertanam dalam hati.

Menghormati orang tua dan guru adalah kunci. Keinginan untuk bermanfaat bagi masyarakat harus tumbuh. Ini adalah cita-cita luhur. “Semoga kegiatan ini melahirkan juara-juara unggulan,” kata Bupati Ischak. Harapannya besar.

Juara-juara ini akan mewakili Kabupaten Tegal. Mereka akan bertanding di tingkat provinsi. Bahkan bisa melaju ke tingkat nasional. Potensi ini sudah terbukti. Ketua Badko LPQ Kabupaten Tegal, Khoirul Amin, mengungkapkan fakta membanggakan.

Kabupaten Tegal punya sejarah prestasi gemilang. Pada tahun 2011, mereka menjadi juara umum. Prestasi itu diraih di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tujuh medali emas berhasil dikumpulkan. Prestasi ini sangat luar biasa.

Medali emas terbanyak untuk Jawa Tengah disumbangkan oleh Tegal. Ini bukti kualitas peserta. Pada FASI 2024 lalu, Tegal kembali unjuk gigi. Mereka meraih juara umum kedua tingkat provinsi. Lima medali emas menjadi bukti nyata.

Khoirul Amin punya target ambisius. Ia ingin mengulang sejarah kejayaan. “Kami ingin mengulang sejarah agar Kabupaten Tegal kembali menjadi juara umum hingga tingkat nasional,” ungkapnya optimis. Semangat juang membara.

Ia juga memberikan pesan penting. Pesan ini ditujukan kepada dewan juri. Penilaian harus dilakukan secara objektif. Keadilan harus ditegakkan. Hanya peserta terbaik yang layak mewakili Tegal. Ini demi menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua Panitia FASI IX Kabupaten Tegal, Samlawi, memaparkan detail acara. Tahun ini ada 33 cabang lomba yang dipertandingkan. Semua cabang ini terbagi lagi. Terbagi dalam 18 majelis perlombaan. Semua kecamatan turut berpartisipasi aktif.

Pelaksanaan FASI IX dilakukan dengan sederhana. Efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama. Sejumlah ruangan dimanfaatkan. Lokasinya berada di lingkungan Pendopo Amangkurat. Kantor Pemerintah Kabupaten Tegal juga digunakan. Ini menyesuaikan kondisi anggaran yang ada.

Meskipun ada keterbatasan anggaran, semangat gotong royong hadir. Semua pihak bahu-membahu menyukseskan acara. FASI IX berjalan lancar dan meriah. Ini adalah bukti kebersamaan warga Tegal. Kegiatan ini juga punya makna lain.

FASI IX menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Rangkaian ini memperingati Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal. Perayaan ini semakin bermakna. Generasi muda menjadi fokus utama. Mereka adalah aset berharga daerah.

Mengapa FASI IX Penting untuk Kabupaten Tegal?

Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini memiliki makna mendalam bagi Kabupaten Tegal. FASI IX menjadi sarana strategis untuk mencetak generasi unggul. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis. Namun juga kuat secara spiritual dan moral.

Pemerintah Kabupaten Tegal menyadari betul. Era digital membawa banyak tantangan. Anak-anak rentan terpapar konten negatif. Pengaruh permainan digital juga perlu diwaspadai. Oleh karena itu, FASI IX hadir sebagai solusi positif. Ini adalah upaya membentengi anak-anak.

Melalui FASI IX, nilai-nilai Al-Qur’an ditanamkan. Peserta diajak untuk mencintai kitab suci. Mereka belajar membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Ini adalah pondasi penting bagi pembentukan karakter. Karakter yang mulia dan berakhlak terpuji.

 

Bagikan: