doa dimudahkan segala urusan, doa dimudahkan segala urusan dan dilancarkan rezeki, doa dimudahkan segala urusan dan hajat, doa dimudahkan segala urusan tulisan arab, doa dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat,
Cara dan bacaan doa dimudahkan segala urusan/Dalle

Panduan Lengkap: 8 Doa Dimudahkan Segala Urusan yang Diajarkan Nabi

– Bersuci sebelum berdoa, baik dengan wudhu, mandi, atau tayammum, sesuai dengan kondisi Anda. Ini adalah syarat yang dianjurkan, bukan wajib, namun dapat meningkatkan kualitas doa Anda.


– Menghadap kiblat ketika berdoa, jika memungkinkan. Ini juga merupakan sunnah yang dianjurkan, bukan wajib, namun dapat menunjukkan rasa hormat dan khusyu’ Anda kepada Allah SWT.


– Memuji Allah SWT dengan kalimat-kalimat yang indah, seperti hamdalah, tasbih, tahmid, dan lain-lain. Ini adalah cara untuk mengakui kebesaran dan kebaikan Allah SWT, serta mengucapkan syukur atas nikmat-Nya.


– Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada beliau yang telah menyampaikan risalah Islam kepada kita. Ini juga merupakan cara untuk mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak.


– Memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, baik yang disengaja maupun tidak, baik yang besar maupun kecil, baik yang terang maupun tersembunyi. Ini adalah cara untuk membersihkan hati kita dari noda-noda dosa, dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.


– Menyampaikan hajat atau permintaan kita kepada Allah SWT dengan penuh harap dan takut, dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan santun, dengan mengucapkan nama-nama Allah SWT yang sesuai dengan hajat kita, dan dengan mengulangi doa kita beberapa kali. Ini adalah cara untuk menunjukkan kebutuhan dan ketergantungan kita kepada Allah SWT, serta keyakinan dan tawakal kita kepada-Nya.


– Mengakhiri doa kita dengan kalimat-kalimat yang baik, seperti amin, subhanallah, alhamdulillah, dan lain-lain. Ini adalah cara untuk menutup doa kita dengan pujian dan pengakuan kepada Allah SWT, serta berharap agar doa kita dikabulkan oleh-Nya.

Anda dapat membaca beberapa contoh doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai situasi dan kesempatan, seperti doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa sebelum makan, doa sesudah makan, doa masuk rumah, doa keluar rumah, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa naik kendaraan, doa turun kendaraan.

Atau doa ketika hujan, doa ketika angin kencang, doa ketika sakit, doa ketika berobat, doa ketika bersedih, doa ketika gembira, doa ketika menghadapi kesulitan, doa ketika mendapat kemudahan, doa ketika berbuka puasa, doa ketika sahur, doa ketika shalat, doa ketika dzikir, doa ketika istighfar, doa ketika beristighfar, doa ketika berqunut, doa ketika berduka, doa ketika bersyukur, dan lain-lain.

Selain itu, Anda juga dapat berdoa dengan bahasa Anda sendiri, asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam, tidak mengandung hal-hal yang sia-sia, tidak mengandung hal-hal yang mustahil, tidak mengandung hal-hal yang berbahaya, tidak mengandung hal-hal yang merugikan orang lain, dan tidak mengandung hal-hal yang tidak pantas.

Anda dapat berdoa dengan menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana, jelas, dan lugas, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Waktu dan Tempat Terbaik untuk Berdoa 

Ada beberapa waktu dan tempat yang disebutkan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW sebagai waktu dan tempat yang mustajab atau terkabul untuk berdoa, seperti waktu-waktu berikut:

– Waktu sepertiga malam terakhir, yaitu sebelum subuh, ketika Allah SWT turun ke langit dunia dan menanyakan hajat hamba-Nya.


– Waktu antara adzan dan iqamah, yaitu ketika azan telah dikumandangkan dan sebelum shalat dimulai.


– Waktu sujud dalam shalat, yaitu ketika kita bersujud kepada Allah SWT dengan penuh khusyu’ dan tunduk.


– Waktu setelah shalat wajib, yaitu ketika kita telah menyelesaikan shalat wajib dan sebelum mengucapkan salam.


– Waktu hari Jumat, yaitu hari yang paling utama dalam seminggu, terutama pada saat khutbah dan sebelum maghrib.


– Waktu hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah, ketika jamaah haji berkumpul di padang Arafah dan berdoa kepada Allah SWT.


– Waktu bulan Ramadhan, yaitu bulan yang penuh berkah dan ampunan, terutama pada saat berbuka puasa dan malam Lailatul Qadar.


Adapun tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa, seperti tempat-tempat berikut:

– Masjid, yaitu rumah Allah SWT di muka bumi, tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT dan paling dibenci oleh syaitan.


– Ka’bah, yaitu baitullah atau rumah Allah SWT yang pertama, tempat yang paling mulia dan paling suci di muka bumi.


– Multazam, yaitu tempat antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad, tempat yang paling dekat dengan Allah SWT dan paling afdhal untuk berdoa.


– Bukit Shafa dan Marwah, yaitu dua bukit yang menjadi saksi perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail AS, yang kemudian menjadi sumber air zam-zam yang berkah.


– Bukit Thawr dan Ghar Hira, yaitu dua bukit yang menjadi tempat berlindung dan berdzikir bagi Nabi Muhammad SAW dari kejaran musuh-musuhnya.


– Kota Madinah, yaitu kota yang menjadi tempat hijrah dan berdakwah bagi Nabi Muhammad SAW, tempat yang penuh berkah dan rahmat.

Namun, perlu diingat bahwa waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa bukanlah jaminan bahwa doa kita pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, dan Maha Bijaksana dalam mengabulkan atau menolak doa hamba-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216)

Oleh karena itu, kita harus bersabar dan ridha dengan ketentuan Allah SWT, serta terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Kita juga harus bersyukur jika doa kita dikabulkan, dan tidak berputus asa jika doa kita tidak dikabulkan. Kita harus yakin bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan doa hamba-Nya yang ikhlas dan tulus, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT berfirman beroalah kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan.

Doa Dimudahkan Segala Urusan

1. Doa Ashabul Kahfi

Doa ini diajarkan oleh Allah SWT kepada para pemuda yang berlindung di gua dari kezaliman raja. Doa ini berbunyi:

رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Rabbanaa aatinaa milladunka rahmatan wahayyi’ lanaa min amrinaa rashadaa

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS Al-Kahfi: 10).

2. Doa memohon pertolongan

Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya ketika menghadapi kesulitan. Doa ini berbunyi:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbunallaahu wani’mal wakiilu

Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.” (HR Bukhari nomor 4563 dan Muslim nomor 172).

3. Doa Nabi Musa


Doa dimudahkan segala urusan dari Nabi Musa: Doa ini diajarkan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa AS ketika beliau ditugaskan untuk menyampaikan risalah kepada Fir’aun. Doa ini berbunyi:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawlii

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28).

4. Doa Kemudahan Pekerjaan

Doa diberi kesuksesan dalam pekerjaan: Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya yang ingin mendapatkan keberkahan dalam pekerjaan mereka. Doa ini berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allaahumma innii as-aluka al-‘afwa wal-‘aafiyyata wal-mu’aafaata daa-imata fiddiini waddunyaa wal-aakhirati

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, dan keselamatan yang kekal dalam agama, dunia, dan akhirat.” (HR Ahmad nomor 17362 dan Ibnu Majah nomor 3871).

5. Doa Keberkahan dan Kemudahan Pekerjaan

Doa dilimpahi berkah dalam pekerjaan: Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya yang ingin mendapatkan keuntungan dalam pekerjaan mereka. Doa ini berbunyi:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allaahumma kfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan halal-Mu dari haram-Mu, dan kaya-kanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.” (HR Tirmidzi nomor 3563 dan Hakim nomor 2076).

6. Doa Menghadapi Urusan Berat


Doa agar dilancarkan segala urusan yang berat ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya Abdullah bin Abbas RA. Doa ini berbunyi:

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لاَ يَمُوتُ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ

Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu allaahumma innii a’uudzu bi’izzatika laa ilaaha illaa anta an tudhillanii antal hayyul ladzii laa yamuutu wal jinnu wal insu yamuutuun

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku kembali, dan dengan-Mu aku berdebat. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keagungan-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, agar Engkau tidak menyesatkan aku. Engkau adalah Yang Hidup yang tidak mati, sedangkan jin dan manusia akan mati.” (HR Ahmad nomor 2602 dan Hakim nomor 1998).