BREBES, Warta Brebes– Kebiasaan duduk terlalu lama selama kehamilan ternyata menyimpan ancaman serius bagi kesehatan ibu dan janin.
Sebuah studi terbaru yang dirangkum dari Media Indonesia mengungkap bahwa gaya hidup sedentari ini secara signifikan meningkatkan risiko berbagai komplikasi, mulai dari gangguan metabolisme hingga masalah kesehatan mental. Temuan ini menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan proaktif bagi para ibu hamil.
Para peneliti mengidentifikasi bahwa durasi duduk yang panjang, yang sering disebut sebagai perilaku sedentari, berhubungan erat dengan penurunan kondisi fisik secara keseluruhan.
Minimnya aktivitas fisik memicu gangguan pada sistem metabolisme tubuh, yang sangat krusial selama masa kehamilan. Akibatnya, sirkulasi darah dapat melambat dan proses metabolisme tubuh terganggu, yang pada gilirannya dapat menghambat perkembangan optimal janin.
Salah satu komplikasi yang paling mengkhawatirkan akibat kurangnya gerakan adalah lonjakan kasus diabetes gestasional. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah selama kehamilan dan dapat menimbulkan dampak serius, seperti peningkatan risiko kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan berlebih, hingga komplikasi saat persalinan.
Bahaya Gumpalan Darah dan Gangguan Sirkulasi
Selain diabetes gestasional, duduk berlebihan juga berisiko memicu pembentukan gumpalan darah pada pembuluh vena. Perubahan fisiologis alami selama kehamilan, termasuk peningkatan volume darah, membuat ibu hamil lebih rentan. Ketika ibu hamil jarang menggerakkan tubuh, aliran darah dapat terhambat, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya gangguan fatal pada sistem pembuluh darah.
Dampak pada Kesehatan Mental dan Rekomendasi Ahli
Temuan studi ini juga menyoroti dampak negatif perilaku kurang bergerak terhadap kesehatan mental ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang minim berkorelasi dengan kondisi psikologis yang kurang stabil. Sebaliknya, ibu hamil yang aktif bergerak cenderung memiliki suasana hati yang lebih baik dan risiko stres yang lebih rendah selama masa kehamilan.
Menanggapi temuan krusial ini, para ahli kesehatan memberikan rekomendasi yang jelas.
Dr. Efri Yano, seorang pakar kesehatan ibu dan anak, menekankan pentingnya menghindari posisi duduk yang sama dalam durasi lama. “Kami sangat menyarankan ibu hamil untuk tidak duduk terlalu lama. Berdiri sejenak, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit sangatlah krusial,” ujar Dr. Yano.
Para tenaga kesehatan kini secara gencar mengimbau ibu hamil untuk tetap aktif bergerak demi menjaga kelancaran sirkulasi darah. Olahraga ringan yang disesuaikan dengan usia kehamilan dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung kehamilan yang lebih sehat dan meminimalkan risiko komplikasi.
Kesadaran akan bahaya duduk terlalu lama saat hamil dan penerapan gaya hidup aktif menjadi kunci utama untuk kesehatan ibu dan janin.











