JAKARTA, Warta Brebes– Sejak dibuka, IHSG langsung menunjukkan performa impresif. Hingga pukul 09.11 WIB, indeks acuan pasar modal Indonesia ini tercatat menguat 50,066 poin dari penutupan sesi sebelumnya di level 5.902,376.
Momentum positif ini sebagian besar ditopang oleh pergerakan harga saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi favorit investor.
Beberapa saham yang memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,65% ke Rp5.800, PT Astra International Tbk (ASII) melonjak 3,83% menjadi Rp4.880, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 2,49% ke Rp2.880. Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga turut menopang indeks dengan kenaikan 1,45% ke Rp3.500.
Saham-saham lain yang menunjukkan performa positif meliputi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 0,66% ke Rp304, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 0,96% ke Rp4.220, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 0,85% ke Rp1.775, PT Indo-Pacific Investment Tbk (BIPI) melonjak 1,36% menjadi Rp149, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Tbk (RAJA) melesat 5,57% ke Rp3.790, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 3,75% ke Rp1.660.
Perdagangan Aktif dan Sektor yang Bergerak
Perdagangan pagi ini mencatatkan volume transaksi yang cukup tinggi. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.13 WIB, sebanyak 4,125 miliar saham telah berpindah tangan dengan frekuensi mencapai 299.467 kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,590 triliun.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 1,04% ke Rp2.850, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 1,88% menjadi Rp4.180, PT Merdeka Copper Gold Tbk (AMMN) turun 1,81% ke Rp3.250, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melemah 1,38% ke Rp1.785, dan PT Duta Lestari Sentratama Tbk (DSSA) tertekan 4,43% ke Rp755.
Secara keseluruhan, pasar menunjukkan dinamika yang cukup sehat dengan 244 saham menguat, 271 saham melemah, dan 191 saham stagnan. Kondisi ini mencerminkan adanya aksi beli yang cukup kuat pada saham-saham tertentu, mendorong kenaikan IHSG.
Sementara itu, bursa saham Asia pada Kamis (11/6/2026) pagi terpantau melemah. Indeks Hang Seng dan Shanghai masing-masing turun 1,07% dan 0,44%. Indeks Nikkei 225 dan Straits Times juga mengikuti tren pelemahan dengan penurunan 0,79% dan 0,35%.
Pergerakan positif IHSG hari ini memberikan sinyal optimisme bagi investor. Kenaikan yang didorong oleh saham-saham kapitalisasi besar menunjukkan adanya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi domestik. Para pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan lebih lanjut, baik dari sentimen domestik maupun global, untuk menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya. Penguatan IHSG ini menjadi indikator awal yang positif di tengah ketidakpastian global.
















