BREBES, Warta Brebes – Pergerakan Tanah Desa Cilibur Brebes terus meluas dan mengancam permukiman warga di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Sedikitnya 118 rumah, sejumlah fasilitas umum, dan ruas jalan desa terdampak fenomena yang telah berlangsung sejak Februari 2022 tersebut.
Memasuki Juli 2026, retakan tanah semakin melebar dan muncul di sejumlah titik baru. Kondisi ini membuat kerusakan bangunan dan infrastruktur terus bertambah.
Pemerintah Desa Cilibur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes kini terus melakukan pendataan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk opsi relokasi bagi warga yang berada di zona rawan.
Pergerakan Tanah Desa Cilibur Brebes Terus Bertambah Sejak 2022
Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, SH, mengatakan pergerakan tanah mulai terjadi pada Februari 2022. Saat itu, dampak yang ditimbulkan masih terbatas.
Namun, kondisi terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Laporan kerusakan rumah dan fasilitas umum dari warga pun terus bertambah.
“Awalnya pergerakan tanah terjadi pada Februari 2022, namun dampaknya masih terbatas. Memasuki Juli 2026, kondisi semakin parah. Laporan dari warga terus berdatangan karena kerusakan rumah dan fasilitas umum bertambah,” kata Nur Rohman, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, retakan tanah terus melebar secara perlahan dan mulai mengancam aktivitas masyarakat di sejumlah dukuh.
Pemerintah desa pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak.
BPBD Brebes Lakukan Asesmen Pergerakan Tanah Desa Cilibur Brebes
BPBD Kabupaten Brebes melakukan asesmen lapangan pada 23 Juli 2026 untuk mengetahui tingkat kerusakan dan wilayah yang terdampak.
Koordinator BPBD Pos Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan tim melakukan pemeriksaan di lima wilayah terdampak, yakni Dukuh Legok, Dukuh Benda, Dukuh Ciduwo, Dukuh Karanggandul, dan Dukuh Kumambang.
“Tim melakukan asesmen di lima wilayah terdampak, yakni Dukuh Legok, Dukuh Benda, Dukuh Ciduwo, Dukuh Karanggandul, serta Dukuh Kumambang,” ujarnya.
Hasil asesmen sementara menunjukkan pergerakan tanah telah merusak puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di lima dukuh tersebut.
Di Dukuh Benda, terdapat 18 rumah warga dan satu fasilitas umum yang terdampak. Sementara di Dukuh Ciduwo, kerusakan terjadi pada 36 rumah dan dua fasilitas umum.
Di Dukuh Karanggandul, sebanyak 16 rumah warga dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan akibat retakan tanah.
Dukuh Kumambang Mengalami Dampak Terbesar
Kerusakan paling banyak terjadi di Dukuh Kumambang. Di wilayah RT 04, pergerakan tanah berdampak pada 31 rumah warga. Sementara di RT 06, sebanyak 17 rumah dan satu fasilitas umum mengalami kerusakan.
“Adapun di Dukuh Legok, lapangan futsal terdampak retakan tanah hingga kini difungsikan sebagai akses jalan darurat,” kata Budi.
Selain merusak rumah dan fasilitas umum, retakan tanah juga mengganggu akses masyarakat karena merusak ruas jalan desa di sejumlah titik.
Meski kondisi semakin mengkhawatirkan, BPBD memastikan belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat pergerakan tanah tersebut.
“Termasuk juga memastikan belum ada warga yang mengungsi dari lokasi terdampak,” imbuhnya.
Relokasi Jadi Opsi Penanganan Pergerakan Tanah Desa Cilibur Brebes
BPBD Kabupaten Brebes bersama Pemerintah Desa Cilibur masih melakukan pendataan secara lebih rinci terkait tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, relokasi rumah warga yang berada di zona rawan menjadi salah satu opsi penanganan yang dinilai mendesak. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko apabila aktivitas pergerakan tanah terus berkembang.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila muncul retakan baru maupun tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.
Pemerintah Desa Cilibur berharap penanganan Pergerakan Tanah Desa Cilibur Brebes dapat segera dilakukan secara menyeluruh. Dengan langkah penanganan yang tepat, keselamatan warga dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih.


























