BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

5 Tradisi Unik Budaya Brebes yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

BREBES, Warta Brebes – Di balik identitas daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia, Kabupaten Brebes masih menyimpan tradisi unik budaya Brebes yang masih hidup dan terjaga dari generasi ke generasi.

Berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat membuat Brebes memiliki karakter budaya yang berbeda dari daerah lain. Perpaduan budaya Jawa dan Sunda melahirkan berbagai tradisi khas yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, sejumlah tradisi lokal tetap bertahan karena dianggap mampu memperkuat hubungan sosial dan menjaga nilai kebersamaan masyarakat.

Berikut lima tradisi unik budaya Brebes yang masih lestari hingga saat ini.

1. Kerigan, Semangat Gotong Royong yang Tak Lekang Zaman

Kerigan merupakan istilah khas Brebes untuk kegiatan kerja bakti bersama warga dalam satu lingkungan.

Tradisi ini biasanya dilakukan untuk membersihkan saluran air, memperbaiki jalan lingkungan, membersihkan tempat ibadah, hingga menjaga kebersihan desa.

Meski kini lebih dikenal dengan istilah kerja bakti atau Jumat Bersih, semangat kerigan masih banyak ditemukan di berbagai desa di Brebes.

Budaya ini menjadi simbol kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

2. Sambatan, Budaya Tolong-Menolong Saat Ada Pekerjaan Besar

Sambatan adalah tradisi gotong royong ketika ada warga yang membutuhkan bantuan tenaga.

Biasanya sambatan berlangsung saat membangun rumah, memperbaiki bangunan, atau pekerjaan lain yang membutuhkan banyak orang.

Warga yang ikut membantu tidak menerima upah. Sebagai gantinya, pemilik pekerjaan hanya menyediakan makanan dan minuman sederhana.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Brebes.

3. Sinoman, Tradisi Membantu Saat Hajatan

Ketika ada warga menggelar hajatan, masyarakat Brebes mengenal tradisi sinoman atau senoman.

Dalam tradisi ini, kerabat dan tetangga datang membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan acara, mulai dari memasak, menyiapkan makanan, hingga melayani tamu.

Sinoman tidak hanya meringankan beban penyelenggara hajatan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturahmi antarwarga.

Meski mulai berkurang di kawasan perkotaan, tradisi ini masih bertahan di banyak desa di Kabupaten Brebes.

4. Telitian, Tradisi Saling Membantu dalam Bentuk Materi

Selain tenaga, masyarakat Brebes juga mengenal budaya gotong royong dalam bentuk bantuan materi yang disebut telitian.

Tradisi ini biasanya terjadi ketika ada warga yang sedang menggelar hajatan, membangun rumah, atau menghadapi kebutuhan besar lainnya.

Pemberian bantuan dapat berupa beras, gula, bahan makanan, maupun bentuk dukungan lain yang sesuai kebutuhan keluarga penerima.

Telitian mencerminkan kuatnya solidaritas sosial yang masih hidup dalam masyarakat Brebes hingga sekarang.

5. Tilik, Tradisi Menjaga Silaturahmi yang Masih Kuat

Tilik menjadi salah satu tradisi yang paling dikenal masyarakat Brebes.

Tilik berarti menjenguk atau mengunjungi seseorang sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.

Tradisi ini dilakukan ketika ada warga yang sakit, melahirkan, berangkat haji, pulang haji, maupun mengalami peristiwa penting lainnya.

Melalui budaya tilik, hubungan sosial antarwarga tetap terjaga dan rasa kekeluargaan semakin kuat.

Perpaduan Budaya Jawa dan Sunda Jadi Identitas Brebes

Keunikan budaya Brebes tidak lepas dari letaknya yang berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sebagian wilayah selatan seperti Salem, Bantarkawung, Larangan, Banjarharjo, Ketanggungan, dan Losari memiliki pengaruh budaya Sunda yang cukup kuat. Sementara wilayah lainnya kental budaya Jawa dengan dialek khas Brebes yang berkembang secara mandiri.

Perpaduan dua budaya besar tersebut menjadikan Brebes memiliki identitas budaya yang unik dan berbeda dari daerah lain di Indonesia.

Tantangan Menjaga Warisan Budaya Lokal

Modernisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Brebes tetap relevan hingga saat ini.

Kerigan mengajarkan kebersamaan. Sambatan menumbuhkan kepedulian. Sinoman mempererat persaudaraan. Telitian membangun solidaritas. Sementara tilik menjaga silaturahmi antarwarga.

Karena itu, pelestarian budaya lokal menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal dan meneruskan warisan leluhur yang telah membentuk karakter masyarakat Brebes selama bertahun-tahun.

Budaya Brebes bukan sekadar tradisi masa lalu. Namun, tradisi unik budaya Brebes tersebut merupakan identitas daerah yang terus hidup dan menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat hingga hari ini.

Penulis: Wasis Waseso | Editor: Wasis Waseso