BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Polemik Festival Bawang Merah Brebes: PWI-LS Brebes Tolak Kehadiran Habib, Minta Libatkan Kiai Lokal

BREBES,Warta Brebes – Gelaran Festival Bawang Merah Brebes mendapat dukungan dari berbagai pihak sebagai ajang promosi komoditas unggulan daerah. Namun, rencana menghadirkan Habib Husein Ja’far Alhadar dan Haddad Alwi dalam rangkaian acara tersebut mendapat penolakan dari ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Kabupaten Brebes.

Penolakan itu disampaikan dalam audiensi di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Brebes, Senin (7/9/2026).

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan PWI-LS Kecamatan Brebes, perwakilan ABMI, pengurus petani bawang merah, Dinas Pertanian, serta Pemerintah Kabupaten Brebes.

PWI-LS Tegaskan Tetap Dukung Festival Bawang Merah

Ketua PWI-LS Kecamatan Brebes, Ali Murtadho, mengatakan organisasinya tidak menolak Festival Bawang Merah Brebes secara keseluruhan.

Menurut dia, PWI-LS justru mendukung festival tersebut karena dapat menjadi sarana promosi potensi lokal. Terutama komoditas bawang merah yang selama ini menjadi salah satu identitas ekonomi Kabupaten Brebes.

“Kami sangat mendukung gelaran Festival Bawang Merah Brebes. Kami hanya menolak tegas acara yang menghadirkan keturunan habib,” kata Ali kepada awak media seusai audiensi.

Ali menyebut keberatan tersebut berkaitan dengan masih adanya perdebatan di tengah masyarakat mengenai persoalan nasab habib di Indonesia.

Dia juga menyampaikan bahwa penolakan tersebut tidak hanya datang dari internal PWI-LS Brebes. Menurut Ali, pihaknya menerima aspirasi serupa dari sejumlah anggota dan masyarakat, termasuk dari luar Kabupaten Brebes.

Minta Panitia Pertimbangkan Kiai Lokal

Ali mengatakan PWI-LS berharap panitia mempertimbangkan kembali pengisi acara yang telah direncanakan.

Sebagai alternatif, pihaknya mengusulkan agar panitia menghadirkan kiai atau tokoh agama lokal dalam rangkaian Festival Bawang Merah Brebes.

Menurut Ali, langkah tersebut dinilai dapat menjaga suasana tetap kondusif tanpa mengurangi tujuan utama festival sebagai ajang promosi potensi bawang merah Brebes.

“Bawang merah khas Brebes memang harus menjadi komoditas nasional hingga internasional. Kami mendukung penuh festivalnya,” ujarnya.

Ali juga menyampaikan kekhawatiran apabila rencana menghadirkan Habib Husein Ja’far Alhadar dan Haddad Alwi tetap dilaksanakan. Dia mengaku tidak dapat memastikan respons spontan dari kelompok atau pihak lain yang berada di luar Brebes.

Karena itu, PWI-LS meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dengan panitia dan pemerintah daerah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu keamanan serta ketertiban.

Bakesbangpol Tampung Aspirasi PWI-LS

Kepala Bakesbangpol Brebes Cecep Aji Suganda mengatakan pemerintah daerah telah menerima dan menampung aspirasi PWI-LS terkait rencana kehadiran Habib dalam Festival Bawang Merah Brebes.

Menurut Cecep, persoalan tersebut sudah dibahas bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

“Intinya, usulan PWI-LS agar panitia tidak mengundang habib dalam Festival Bawang Merah Brebes sudah disampaikan,” kata Cecep.

Selain itu, usulan untuk menghadirkan kiai lokal juga telah disampaikan kepada pihak penyelenggara.

Cecep mengatakan pembahasan tersebut melibatkan perwakilan event organizer (EO), Dinas Pertanian, kelompok petani bawang merah, serta perwakilan panitia.

“Semuanya bertujuan menjaga kondusivitas dan ketertiban di Kabupaten Brebes,” ujarnya.

Festival Bawang Merah Digelar 11-13 September

Festival Bawang Merah Brebes dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi bawang merah Brebes kepada masyarakat secara lebih luas.

Di tengah munculnya keberatan terhadap salah satu rencana pengisi acara, pemerintah daerah dan penyelenggara kini dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara promosi potensi daerah, aspirasi masyarakat, serta kondusivitas selama festival berlangsung.

Hingga audiensi digelar, pemerintah daerah menyatakan aspirasi PWI-LS telah diterima dan menjadi bagian dari pembahasan bersama pihak penyelenggara.

Penulis: Bangkit Rinakit | Editor: Wasis Waseso