BERITA BREBES TERKINI
Memuat artikel Warta Brebes...
Memuat artikel Warta Brebes...
Berita Brebes
Gaya Hidup
Healing
Jarerika
Nasional
Teknologi
Warta Pantura

Pancuran 13 Guci Mulai Dibangun Lagi, Baru 10 Persen: Nanti Gratis atau Bayar?

SLAWI, Warta Brebes | Pancuran 13 Guci perlahan bangkit setelah hancur diterjang banjir bandang Sungai Gung pada awal Januari 2026.

Ikon wisata andalan Kabupaten Tegal itu kini mulai dibangun kembali. Namun, prosesnya masih jauh dari rampung. Progres pembangunan Pancuran 13 Guci baru mencapai sekitar 10 persen.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Mujahidin mengatakan, pemerintah sudah memulai perbaikan Pancuran 13.

“Pancuran 13 sekarang sudah mulai diperbaiki. Progresnya sekitar 10 persen,” kata Mujahidin, Senin (21/9/2026).

Perbaikan Pancuran 13 Guci, Termasuk Jembatannya

Menurut Mujahidin, proyek Pancuran 13 Guci menggunakan anggaran APBN. Sementara itu, Pemkab Tegal membiayai perbaikan Pancuran 5 melalui APBD Kabupaten Tegal.

Tak hanya pancuran. Jembatan di kawasan Pancuran 13 yang ikut hancur diterjang banjir bandang juga masuk dalam pekerjaan perbaikan.

Namun, progres jembatan masih lebih rendah. Pekerjaannya baru mencapai sekitar lima persen.

“Termasuk jembatan yang sebelumnya rusak kena banjir bandang, sekarang juga sedang dalam proses perbaikan. Progresnya baru sekitar lima persen,” ujar Mujahidin.

Pemkab Tegal menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir 2026. Jika sesuai target, pembangunan rampung sekitar Desember mendatang.

Konsep Pancuran 13 Guci Tak Banyak Berubah

Mujahidin mengatakan, pembangunan kembali Pancuran 13 dan Pancuran 5 tetap mempertahankan konsep sebelumnya.

Pemerintah akan mengembalikan karakter dan fungsi kedua pancuran tersebut sebagai bagian dari kawasan wisata Guci.

“Pancuran 13 rencananya sama seperti semula. Pancuran 5 juga demikian,” kata Mujahidin.

Pancuran 13 Guci Bakal Gratis atau Tetap Pakai Tiket?

Nah, setelah bangunan kembali berdiri, muncul pertanyaan lain: apakah pengunjung Pancuran 13 Guci nantinya harus membayar tiket?

Mujahidin mengaku belum mendapat arahan mengenai mekanisme masuk ke Pancuran 13 setelah pembangunan selesai.

“Saya belum ada perintah, apakah nanti pengunjung harus bayar tiket untuk bisa masuk ke Pancuran 13 atau gratis,” ungkapnya.

Untuk urusan tiket, Mujahidin bahkan menyampaikan harapan pribadinya. Ia berharap pemerintah membuka Pancuran 13 secara gratis untuk wisatawan.

Menurut dia, akses gratis akan membuat masyarakat lebih leluasa menikmati kembali salah satu ikon wisata Guci tersebut.

“Harapan saya, Pancuran 13 gratis saja. Biar pengunjung atau wisatawan bisa menikmati secara bebas,” ujarnya.

Pancuran 13 Guci Punya Sejarah Panjang

Bagi kawasan Guci, Pancuran 13 bukan sekadar bangunan wisata. Wahana tersebut sudah dikenal masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Mujahidin menyebut Pancuran 13 menjadi salah satu identitas kawasan wisata Guci. Karena itu, kerusakan akibat banjir bandang ikut menghilangkan salah satu wajah lama Guci.

“Pancuran 13 itu sudah ada sejak puluhan tahun silam. Masyarakat juga menghendaki agar wahana Pancuran 13 digratiskan,” tutur Mujahidin.

Meski begitu, keputusan mengenai tarif dan pengelolaan Pancuran 13 belum berada di tangan Pemkab Tegal.

Mujahidin menegaskan, Pancuran 13 merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemkab Tegal karena itu masih menunggu kebijakan lebih lanjut mengenai pengelolaan wahana tersebut setelah pembangunan selesai.

“Nanti lihat kebijakannya seperti apa. Karena Pancuran 13 bukan kewenangan Pemkab Tegal, tapi kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Penulis: Baonk Wibowo | Editor: Wasis Waseso