Kediri, Warta Brebes — PT Sinergi Gula Nasional Manajemen Kerja Sama Operasional (SGN MKSO) Tebu Kebun Dhoho di Kediri, Jawa Timur, kini tengah mematangkan persiapan panen tebu. Musim giling 2026 menjadi target utama mereka. Upaya ini krusial untuk mendukung target swasembada gula nasional yang ambisius.
Febri Ari Marpaung, Senior Executive Vice President Koordinator Manajemen PT SGN KSO Tebu Kebun Dhoho, memimpin langsung pengecekan lapangan. Pertumbuhan tanaman tebu menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Ia memastikan kesiapan KSO Kebun Dhoho menyambut musim giling yang semakin dekat.
Manajemen tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan ini. Mereka telah menerapkan terobosan signifikan dalam perawatan tanaman. Sistem kerja yang terintegrasi turut diaplikasikan secara maksimal. Inisiatif ini diharapkan mampu mendongkrak produksi tebu pada musim 2026.
Prinsip operational excellence menjadi landasan utama pengelolaan perkebunan. Mekanisasi menjadi tulang punggung operasional modern. Digitalisasi proses turut diintegrasikan untuk efisiensi. Penguatan kultur teknis di lapangan juga menjadi prioritas utama.
Febri Ari Marpaung mengungkapkan optimisme tinggi terkait kondisi cuaca saat ini. Cuaca panas yang cenderung stabil berpotensi meningkatkan kadar rendemen tebu. Peningkatan rendemen ini akan berdampak positif pada hasil produksi gula secara keseluruhan. Ia berharap cuaca mendukung target produksi yang ditetapkan.
Dalam upayanya mendukung target swasembada gula nasional, MKSO Kebun Dhoho memiliki peran vital. Target swasembada gula nasional adalah sebesar 3,36 juta ton pada tahun 2028. Luas lahan tebu yang dikelola MKSO Kebun Dhoho mencapai 5.805,59 hektare. Lahan ini terbagi dalam dua rayon strategis.
Rayon Dhoho I berlokasi di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Sementara itu, Rayon Dhoho II mencakup beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. Lokasi strategis ini memastikan distribusi tebu berjalan optimal. Pengelolaan lahan yang cermat menjadi kunci keberhasilan panen.
General Manager PT SGN KSO Tebu Kebun Dhoho, Juni Yanto, turut memberikan pernyataan. Ia menegaskan kesiapan timnya menyambut musim panen tebu tahun ini. Persiapan teknis dan nonteknis telah rampung dilaksanakan. Seluruh elemen tim siap memberikan kontribusi terbaik.
Acara akan diawali dengan program "pethik perdana" yang dinanti. Pelaksanaan acara ini dijadwalkan pada 30 April 2026. Selanjutnya, panen massal akan dimulai pada 9 Mei 2026. Jadwal ini disusun agar proses panen berjalan lancar. Optimasi waktu menjadi prioritas utama.
Juni Yanto juga menyampaikan harapan tulusnya kepada masyarakat sekitar. Ia memohon dukungan dan doa untuk kelancaran musim panen tahun ini. Harapannya, produksi tebu akan melimpah ruah. Keberkahan dari hasil panen ini diharapkan dapat dirasakan oleh semua pihak.
Kolaborasi antara manajemen dan petani menjadi kunci utama keberhasilan. Komunikasi yang baik antara semua pihak sangat penting. Perawatan tanaman yang optimal sejak dini akan menghasilkan tebu berkualitas. Kualitas tebu yang baik berkorelasi langsung dengan kualitas gula yang dihasilkan.
SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho terus berinovasi dalam setiap tahapannya. Penggunaan teknologi terkini diintegrasikan dalam proses budidaya. Pemantauan pertumbuhan tanaman dilakukan secara berkala. Hal ini memastikan setiap permasalahan dapat diatasi dengan cepat.
Peningkatan produktivitas menjadi tujuan utama dari berbagai upaya ini. Swasembada gula bukan hanya sekadar target angka. Ini adalah tentang kemandirian pangan nasional. Ketersediaan gula yang stabil akan berdampak positif bagi masyarakat luas. Harga gula yang terjangkau menjadi dambaan semua.
Lebih dari sekadar angka, KSO Kebun Dhoho berupaya menciptakan ekosistem agribisnis yang kuat. Kemitraan dengan petani lokal terus diperkuat. Pembagian hasil yang adil menjadi prinsip penting dalam kerjasama ini. Petani merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkarya.
Peran serta pemerintah daerah juga tidak kalah pentingnya. Dukungan kebijakan yang tepat sasaran akan mempermudah berbagai upaya. Infrastruktur pendukung seperti jalan dan irigasi perlu terus ditingkatkan. Ketersediaan air yang cukup menjadi elemen vital bagi pertumbuhan tebu.
Program pelatihan dan penyuluhan bagi petani terus digalakkan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu materi. Pengendalian hama dan penyakit juga diajarkan secara mendalam.
Musim panen 2026 ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi industri gula nasional. KSO Kebun Dhoho ingin menunjukkan potensinya yang luar biasa. Dengan kerja keras dan kolaborasi, mimpi swasembada gula akan segera terwujud. Kediri siap berkontribusi besar bagi negeri.
Tekad kuat dari seluruh elemen yang terlibat menjadi modal utama. Semangat pantang menyerah terus ditanamkan. Setiap tantangan dihadapi dengan optimisme. Inovasi berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai hasil yang maksimal.
PT SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik. Kualitas dan kuantitas produksi akan terus ditingkatkan. Dampak positif bagi perekonomian lokal juga menjadi perhatian utama. Penciptaan lapangan kerja baru akan terus diupayakan.
Semua pihak berharap agar musim panen tahun ini berjalan lancar tanpa kendala. Prediksi cuaca yang mendukung akan sangat membantu. Keberhasilan ini akan menjadi bukti nyata kerja keras semua pihak. Dukungan masyarakat menjadi energi tambahan yang tak ternilai.
Kisah sukses KSO Kebun Dhoho ini patut menjadi inspirasi. Ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan eksekusi yang baik, target ambisius dapat tercapai. Swasembada gula bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang sedang diwujudkan. Kediri berbangga hati menyumbangkan hasil terbaiknya.











